Sedangkan perlintasan sebidang yang berlokasi di Buntaran, setiap harinya menjadi akses yang kerap dilalui anak-anak sekolahan saat hendak masuk maupun pulang sekolah. Atas dasar tersebut, dua perlintasan itu selalu ramai dilalui masyarakat, dan dianggap rawan sehingga memerlukan pembangunan segera.
Baca Juga : Jamu Dewa United, Singo Edan Incar Tiga Poin, Laga Perdana Liga 1 di Stadion Supriyadi, Ajang Duel Seru
“Di sana lalu lintasnya ramai terus setiap harinya, makanya kami mengajukan rekomendasi pembangunan pos jaga dan palang pintu dan justru oleh Pemprov Jatim dibantu pembangunannya sekalian,” ungkapnya.
Disinggung terkait perlintasan sebidang yang dipasangi palang pintu, Panji menyebut jika sejauh ini setidaknya sudah ada sebanyak tujuh perlintasan sebidang di Tulungagung yang sudah dibangun. Dan saat ini sudah ada 18 rekomendasi pembangunan pada perlintasan sebidang.
Sedangkan merujuk dari data yang diberikan oleh PT. KAI Daop 7 Madiun, total perlintasan sebidang yang ada di Kabupaten Tulungagung yakni ada sebanyak 33 perlintasan sebidang. Demi mencegah terjadinya laka lantas yang melibatkan KA, pihaknya akan berupaya membangun dua perlintasan.
Baca Juga : Mantan Sekjen PKB Lukman Edy Dilaporkan ke Polres Tulungagung
“Kami upayakan untuk mengusulkan pembangunan pos jaga dan palang pintu perlintasan pada perlintasan sebidang di Tulungagung terutama yang sudah mendapat rekomendasi dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub),” pungkasnya.



















