Santri Korban Keroyok Meninggal, Sempat Koma dan Dirawat di RS Blitar

Blitar, SEJAHTERA.CO – MA (14) santri korban dugaan keroyok sesama santri akhirnya meninggal dunia. Pelajar asal Kelurahan/Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar harus menyerah akibat luka dalam pasca dikeroyok.

 

Kabar duka itu disampaikan langsung Kasat Reskrim Polres Blitar AKP Febby Pahlevi Rizal. Dia mengakui pelajar SMP di salah satu di Kecamatan Sutojayan itu meninggal pada Minggu (7/1) sekitar pukul 05.00.

Read More

“Benar (meninggal,red). Mari kita doakan semoga husnul khotimah,” kata perwira dengan pangkat tiga balok di pundaknya ini.

Bocah yang juga santri di Pondok Pesantren Tahsinum Akhlaq, Lingkungan Brubuh, Kelurahan Kalipang, Kecamatan Sutojayan itu sebelumnya mendapatkan perawatan intensif di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi.

 

Di ruang ICU itu korban sempat koma alias tak sadarkan diri pasca diduga dikeroyok sesama santri. Meski sempat mendapatkan perawatan intensif, nyawanya tetap tak tertolong. Diduga luka dalam di sekujur tubuh utamanya di kepala menjadi penyebab nyawanya melayang.

AKP Febby mengatakan pasca menerima laporan pihaknya langsung tancap gas. Sejumlah saksi dimintai keterangan. Sejauh ini sudah ada 21 saksi yang dimintai keterangan.

Saksi itu di antaranya dari keluarga korban, pengurus pondok hingga para rekan sesama santri. Febby belum bisa memberikan keterangan lebih banyak. Karena saat ini kasus masih terus diusut.

 

Pihaknya sangat berhati-hati mengusut. Karena kasus itu melibatkan anak di bawah umur. “Terus didalami,” katanya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *