Kediri, SEJAHTERA.CO – Petani sayur tomat di Kabupaten Kediri mengeluh karena harga tomat anjlok di awal pekan ini. Dari petani tomat dihargai Rp 1.500 perkilogram turun dari harga sebelumnya Rp 3.000 perkilogram.
Kemarau juga semakin menekan harga sayur tomat. Hal tersebut dikatakan oleh Rismanto (50) petani sayur tomat di Desa Ringinrejo, Kabupaten Kediri.
Dia menyebut, panenan di triwulan terakhir tahun 2023 benar-benar tak dapat untung.
Padahal upaya maksimal pemeliharaan, pemupukan, dan pengairan sudah dilakukan.
“Harga tomat hingga Rp 1.500 per kilogram ini harga yang paling buruk di akhir tahun ini. Di awal tahun bisa tembus hingga Rp 10.000 per kilogram. Terlebih saat panen seperti ini ada beberapa pohon yang layuh karena hama di musim kemarau ini,” jelasnya.
Rismanto mengaku, sangat merugi. Dia memilih menjual ke pengepul yang datang sendiri ke lokasi dan langsung membeli.
Biasanya Rismanto langsung membawa hasil panen ke pasar grosir Pare ataupun Ngronggo. Meski begitu, Rismanto tak kapok tanam tomat.
“Yang penting kita masih panen dan menikmati hasil meski hanya sedikit. Biasanya kalau sudah dipasar harganya bisa lebih dari harga di sawah. Sejauh ini pasokan tomat di pasar dari berbagai wilayah di Kabupaten Kediri cukup tinggi meski belum panen raya tomat,” jelasnya.
Editor: Dhita Septiadarma
Reporter: Bakti Wijayanto



















