Pendapatan Daerah di Bawah KPPN Kediri Terbesar dari Bea dan Cukai

Pendapatan Daerah di Bawah KPPN Kediri Terbesar dari Bea dan Cukai

Kediri, SEJAHTERA.CO – KPPN Kediri memaparkan hasil realisasi anggaran di wilayahnya meliputi Kabupaten atau Kota Kediri, Kabupaten Nganjuk, Trenggalek bulan Juli lalu lewat pertemuan dalam jaringan (daring) atau online, Rabu (30/8).

Mereka mencatat realisasi pendapatan negara bulan Juli 2023 lalu mencapai Rp 18 triliun. Penyumbang terbesar dari pendapatan negara adalah dari penerimaan bea dan cukai yang menyumbang 93,25 persen dari total keseluruhan pendapatan.

Sedangkan itu pendapatan di wilayah Kediri Raya sendiri paling banyak dipegang oleh Penerimaan Bea dan Cukai sebesar Rp. 17.028.639.486.000. Selain Bea dan Cukai, dua sumber pendapatan lain berasal dari Perpajakan yang menyumbang Rp.912.068.625.858, dan juga PNBP sebesar Rp. 320.198.604.652.

Read More

“Dari pajak cukup meyakinkan, hampir 5 persen. Dari Bea dan cukai sangat tinggi 93,25 persen, dan untuk PNBP dari pelayanan umum Rumah Sakit Bhayangkara Kediri dan Rumah Sakit Bhayangkara Nganjuk.” ungkap Nurwedi,

Kemudian KPPN juga memaparkan realisasi pengeluaran perwilayah dengan total keseluruhannya adalah Rp. 5.037.298.928.120. Wilayah Kabupaten Kediri sebesar Rp. 1.598.619.297.222, Kota Kediri sebesar Rp. 996.015.033.597, Kabupaten Nganjuk sebesar Rp. 1.465.319.051.931, dan Kabupaten Trenggalek sebesar Rp. 977.345.545.370.

“Realisasinya sudah cukup bagus, kami melihat bahwa total 343 desa di Kabupaten Kediri, 264 desa di Nganjuk dan 152 desa di Kabupaten Trenggalek. Dengan realisasinya per-31 Juli untuk 3 wilayah adalah 554,46 miliar.” ungkap Nurwedi,

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *