Jombang, SEJAHTERA.CO – Banyak warga prasejahtera yang belum terakses atau terdata program Kartu Indonesia Sehat (KIS), meskipun sangat membutuhkan.
Baca Juga :Keracunan Nasi Kotak Massal, Dinkes Tulungagung: Disebabkan Kontaminasi Bakteri
Menanggapi hal ini, Desa Kepatihan di Kecamatan Jombang membuat langkah inovatif dengan meluncurkan program Kartu Kepatihan Sehat (KKS) sejak awal 2024. Program ini dikhususkan untuk warga desa yang belum terakomodasi KIS.
Kepala Desa Kepatihan, Erwin Pribadi menjelaskan, lahirnya KKS didorong oleh keprihatinan pada banyaknya warga desa yang kesulitan biaya berobat, terutama mereka yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK), terdampak pandemi Covid-19, atau berada dalam kondisi ekonomi kurang mampu.
Baca Juga :Dua Orang Diamankan Terkait Judi Sabung Ayam Kediri
“Banyak warga kami yang membutuhkan akses kesehatan namun terkendala biaya. Program ini diharapkan bisa membantu mereka yang benar-benar memerlukan dukungan,” ujarnya, Rabu (30/10/2024).
KKS memungkinkan warga yang terdaftar untuk memperoleh layanan kesehatan gratis di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Dalam menjalankan program ini, Pemerintah Desa Kepatihan bekerja sama dengan dr. Moch Fauzan yang praktik di desa tersebut. Dr. Fauzan memberikan layanan berobat gratis bagi warga yang kurang mampu.



















