Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Sejak awal November 2024, rupanya puluhan rumah dari tujuh kecamatan di Tulungagung terdampak angin puting beliung yang membuat atap puluhan rumah itu rusak.
Baca Juga :Hari Pahlawan, Kapolres Batu Tabur Bunga di TMP Soeropati
Merespons hal ini, BPBD Tulungagung sudah mengirimkan bantuan atap untuk puluhan rumah tersebut.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Tulungagung, Robinson Nadeak mengatakan, sejak awal bulan November 2024 kemarin terdapat tujuh kecamatan terdampak puting beliung.
Baca Juga :Peduli Korban Angin Puting Beliung, Mas Dhito Kunjungi Rumah Korban Bencana
Akibatnya, 95 rumah milik warga di tujuh kecamatan itu mengalami kerusakan pada bagian atapnya.
Secara rinci, angin puting beliung itu terjadi di Kecamatan Boyolangu berdampak pada 41 rumah, Kecamatan Ngunut 41 rumah, Kecamatan Pagerwojo dan Sendang masing-masing lima rumah. Kemudian sisanya di Kecamatan Kedungwaru, Pakel dan Karangrejo masing-masing berdampak pada satu rumah warga.
Baca Juga :Bahayakan Pengguna Jalan, Unit Turjawali Trenggalek Tertibkan Truk Bermuatan Melebihi Kapasitas
“Totalnya ada 95 rumah rusak akibat angin puting beliung yang menimpa rumah warga. Dampak kerusakannya cukup banyak dan hampir menyamai peristiwa angin puting beliung di awal tahun 2024 kemarin dengan total 100 rumah lebih yang terdampak,” kata Robinson nadeak, Minggu (10/11/2024).
Sebagai tindak lanjut, ungkap Robinson, pihaknya sudah melakukan pendataan dan asesmen terhadap 95 rumah yang mengalami kerusakan untuk diberikan bantuan. Diketahui, bantuan yang diberikan sesuai dengan kerusakan yang diderita rumah tersebut, yang mana semuanya mengalami rusak pada bagian atap.
Namun sesuai hasil asesmen itu, hanya 54 rumah saja berhak mendapat bantuan atap seperti genteng atau asbes, sedangkan sisanya memilih untuk memperbaiki secara mandiri. Hasilnya, sebanyak 3.869 genteng dan asbes sudah diberikan kepada masing-masing penerima agar segera dipasang pada rumahnya.
“Saat kami asesmen kemarin, ternyata terdapat beberapa warga terdampak yang memilih untuk memperbaiki rumahnya secara mandiri, sehingga hasil asesmen kami hanya 54 rumah yang diberi bantuan. Total bantuan 3.869 genteng dan asbes dengan rincian 3.662 bantuan genteng dan 207 bantuan asbes,” ungkapnya.
Baca Juga :Dianggarkan Rp3 Miliar, Renovasi Masjid Annur Pare Selesai Akhir Desember 2024
Menurut Robinson, bencana hidrometeorologi yakni angin puting beliung memang harus diwaspadai terutama pada kontur wilayah yang datar. Namun berkaca pada peristiwa di Kecamatan Sendang dan Pagerwojo di kawasan pegunungan, rupanya juga terdapat potensi angin kencang.
Menurut Robin, masyarakat dihimbau untuk berhati-hati saat terjadi hujan dengan disertai angin kencang, agar tidak sembarangan memilih tempat berteduh.
Pasalnya, angin kencang berpotensi menyebabkan terjadinya pohon tumbang, sehingga masyarakat yang berteduh harus menghindari tempat yang banyak pohon.
“Kalai dijalan tiba-tiba hujan angin dan mau berteduh, lebih baik hindari tempat-tempat berteduh yang dekat pepohonan, karena rawan terjadi pohon tumbang,” pungkasnya.



















