Kediri, SEJAHTERA.CO – Jumlah ternak sapi yang terpapar penyakit mulut dan kuku atau PMK di Kabupaten Kediri per Minggu (12/1/2025) petang mencapai 675 ekor dari sebelumnya berjumlah 571 ekor. Dalam dua hari ada tambahan 100 ekor lebih.
Dari data 675 ekor sapi tersebut yang positif terinfeksi PMK 500 ekor, sembuh 155 ekor dan 25 ekor, dan ini berarti ada tambahan sapi mati satu ekor sebelumnya ada 24 ekor. Semakin tingginya PMK, peternak dan pedagang sapi harus waspada.
Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri drh Tutik Purwaningsih menjelaskan, sesuai hasil rapat Forkopimda Kabupaten Kediri dalam penanganan PMK adalah dengan menutup sementara pasar hewan yang ada di Kabupaten Kediri.
Baca Juga :Pasar Hewan Kabupaten Kediri Ditutup Sementara, Ini Penjelasan Plt Kepala DKPP
“Ini upaya memutus mata rantai penyebaran PMK di Kabupaten Kediri. Karena pasar hewan merupakan tempat berkumpulnya sapi dari berbagai wilayah di Kabupaten Kediri atau dari luar daerah Kabupaten Kediri,” ujarnya, Senin (13/1/2025).
Ditambahkan Tutik, ditutupnya pasar hewan akan mengurangi risiko sapi tertular PMK, dengan maksud pengurangan sapi-sapi sakit karena setiap hari ada tambahan sapi sakit. Tim DKPP akan terus melakukan pantauan, pemeriksaan, pengobatan sapi yang terpapar PMK ini.
Baca Juga :Konflik Antar Perguruan Silat Masih Tinggi, Polres Tulungagung Bentuk Satgas
“Tim keswan DKPP monitoring dan melakukan pengobatan sapi sakit dan sapi sembuh terus bertambah saat ini,” imbuhnya.



















