LPG 3 Kilogram Naik, Warga Jombang Mengeluh

LPG 3 Kilogram Naik, Warga Jombang Mengeluh
Aktivitas di pangkalan elpiji 3 kilogram di Kelurahan Candimulyo, Jombang. Para pekerja sibuk menata tabung gas, di tengah kenaikan harga yang memicu keluhan warga. (Istimewa)

Jombang, SEJAHTERA.CO – Kenaikan harga LPG atau elpiji 3 kilogram di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, membuat warga dan pemilik pangkalan gas kaget dan mengeluh.

Pasalnya, harga LPG 3 kilogram yang sebelumnya berada di Rp 16.000 per tabung kini naik menjadi Rp18.000. Bahkan, sejumlah pengecer menjualnya dengan harga lebih tinggi, mencapai Rp 20.000 hingga Rp21.000 per tabung.

Baca Juga :Istri Tentara di Patianrowo Diduga Sekamar dengan Pria Lain saat Ditinggal Dinas

Read More

Kenaikan harga LPG 3 kilogram yang mulai terjadi sejak Rabu lalu di wilayah Jombang belum disertai sosialisasi atau pemberitahuan resmi dari pihak terkait.

Mahmud Choiry, pemilik pangkalan LPG 3 kilogram di Jalan Kemuning, Kelurahan Candimulyo, Jombang mengaku banyak mendapatkan pertanyaan dari konsumennya.

“Banyak yang komplen, mereka kaget karena harga tiba-tiba naik. Kami sendiri tidak tahu pasti penyebabnya,” ujarnya, Minggu (19/1/2025)

Baca Juga :Kerjasama PSSI – Unesa, Prof. Dr. Dwi Cahyo Kartiko: Bukan Sekadar Kolaborasi tapi Tonggak Penting Bidang Sport Science

Muhammad Afifuddin, salah satu warga yang membeli elpiji di toko kelontong, juga mengeluhkan hal tersebut.

“Gas elpiji ini kebutuhan dapur sehari-hari, kok tiba-tiba naik. Kalau harga kebutuhan pokok lain juga ikut naik, bagaimana kami bertahan?,” katanya.

Selain di pangkalan, toko kelontong di Peterongan juga mulai menaikkan harga elpiji. Hal ini semakin memberatkan masyarakat, terutama mereka yang mengandalkan gas bersubsidi ini untuk kebutuhan memasak sehari-hari.

Baca Juga :Tarik Iuran Kematian, Ketua RT di Kediri Temukan Warganya Tak Bernyawa

Melihat situasi ini, warga berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga. “Bukan hanya gas elpiji, tapi harga kebutuhan pokok lain juga perlu perhatian agar tidak makin tinggi,” ungkap Afifuddin.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *