Blitar, SEJAHTERA.CO – Kebijakan penghematan besar-besaran anggaran di lingkup Pemkot Blitar juga berdampak pada keberadaan sejumlah even. Salah satunya even akbar yang menjadi destinasi wisata, yakni Blitar Etnic National atau BEN.
Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata atau Disbudpar Kota Blitar, Edy Wasono, BEN tetap digelar. Hanya saja, dikemas lebih sederhana tanpa mengurangi makna. Pasalnya, BEN yang berulangkali digelar itu merupakan even lokal tetapi me-nasional.
“Tetap digelar hanya saja lebih sederhana. Ada beberapa pertimbangan yang menjadi alasan BEN tetap digelar,” kata Edy Wasono, Selasa (25/2/2025).
Baca Juga :Dinkes Kota Blitar Gencar Sosialisasi, Dongkrak Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Pertimbangan yang dimaksud Edy adalah, BEN selama ini sudah menjadi destinasi andalan Kota Blitar. BEN merupakan even akbar yang menampilkan khasanah budaya di seluruh Nusantara.
Nah, karena itulah setiap kali digelar, BEN kerap menjadi jujugan wisatawan. Tak hanya lokal tetapi juga mancanegara. Seni yang ditampilkan mulai berasal dari Sabang hingga Merauke.
Apalagi, BEN juga rangkaian dalam pagelaran Bulan Bung Karno pada Juni mendatang. “Daya tariknya luar biasa. Bahkan mendongkrak perekonomian lokal khususnya di Kota Blitar,” ujarnya.
Edy menambahkan lagi, sesuai dengan arahan, seluruh kegiatan dalam kalender wisata daerah masih berjalan sesuai rencana. Meski begitu, ada beberapa kegiatan di luar kota yang anggaran atau dananya dipangkas.
“Misalnya event Jaringan Kota Pusaka Indonesia atau Apeksi. Mungkin juga event tahunan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang selama ini butuh biaya perjalanan dinas cukup besar,” jelasnya.
Baca Juga :Untung Ada Polisi, Ketua Komisi III DPR RI Apresiasi Kinerja Polri
Dia mengurai lagi, karena ada penghematan, BEN nantinya juga ada sentuhan kemasan atau formatnya berbeda tanpa mengurangi makna.
Contohnya jika biasanya menghadirkan seniman luar daerah untuk berkolaborasi, tahun ini konsepnya lebih fokus pada partisipasi dari dalam Kota Blitar.
“Tetapi yang jelas, kami akan menunggu arahan lebih lanjut. Utamanya soal penghematan anggaran,” pungkasnya.



















