Blitar, SEJAHTERA.CO – Di Kabupaten Blitar setiap Ramadan ada tradisi unik yang dilestarikan pengurus Pondok Pesantren atau ponpes Mambaul Hikam. Ponpes yang beradad di Desa Mantenan, Kecamatan Udanawu ini menggelar salat tarawih super kilat atau super cepat. Tradisi ini sudah ada ratusan tahun lalu dan Lestari hingga kini.
Suara adzan memecah keheningan kampung yang berbatasan dengan Sambi, Kabupaten Kediri itu. Seiring dengan adzan, ribuan jamaah berbondong-bondong menuju masjid tak jauh dari kompleks ponpes.
Usai salat Isyak, sang imam pun langsung memulai salat sunnah di Ramadan. Dari kejauhan, salat berlangsung dengan cepat. Dan uniknya para jamaah pun mampu mengikutinya.
Baca Juga :Ribuan Warga Sambangi Poli Jiwa, Mayoritas Pri, Ini Kata Direktur RSUD Ngudi Waluyo Blitar
Ya, itulah suasana tarawih kilat yang menjadi ciri khas di Ponpes Mambaul Hikam. Di ponpes Mantenan, sebutannya menjadi jujugan para jamaah untuk melaksanakan tarawih. Bahkan, jamaah dari luar kota pun banyak yang ikut tarawih. Saking banyaknya jamaah, halaman masjid pun seakan tak mampu menampung gelombang jamaah.
Bahkan, ada pula yang menggelar terpal atau alas plastik untuk alas salat. Ribuan jamaah itu memadati area masjid, hingga luar masjid atau gerbang. “Salat tarawih ini sudah ada sejak zaman pendiri pondok. Dan memang menjadi ciri khas pondok,” kata Mohammad Shodiqi Basthu Birri.
Gus Basid , panggilan akrabnya adalah keluarga pondok Mantenan. Menurutnya salat tarawih cepat itu sudah berlangsung lama dan dilestarikan sejak buyutnya yang juga pendiri Ponpes Mantenan, Kiai Abdul Ghofur.
Baca Juga :Kasus Nonjob Kepala DLH, Bupati Ponorogo: Belum Saya Baca Surat Sanggahannya
Dia menyebut, tarawih cepat sudah ada sejak 1907 silam. Selain dirinya, biasanya imam tarawih adalah ayahnya, yakni KH Muhammad Dliya’uddin Azzamzami.
“Ada alasan dulu mengapa salat tarawih itu cepat,” katanya.
Dia mengatakan saat itu, suasana masyarakat di Udanawu atau Mantenan banyak yang enggan untuk salat jamaah. Bahkan, utamanya ketika Ramadan. Selain itu, banyak yang belum memahami tentang Islam secara sepenuhnya.



















