Blitar, SEJAHTERA.CO – Seolah tak ingin melewatkan bulan penuh berkah, wtararga binaan di Lembaga Pemasyarakatan atau Lapas Kelas 2 Blitar juga rajin beribadah. Di balik jeruji, tetap mengisi Ramadan dengan mengaji.
Ada suasana lain ketika menginjakkan kaki di bangunan yang terletak di timur Alun-Alun Kota Blitar. Dari sela-sela jeruji besi, terdengar lamat-lamat lantunan ayat suci Al Quran.
Sejumlah Perempuan berhijab dengan khusyuk membaca huruf demi huruf ayat demi ayat. Suasana adem pun semakin terasa.
Baca Juga :Budiardjo Thalib: Sebanyak 30 Persen Susunan Pemain Inter Kediri Dibenahi
Ya, itulah suasana Lembaga Pemasyarakatan atau Lapas Kelas 2 B Blitar selama Ramadan. Dalam beberapa hari ini, para warga binaan khususnya Perempuan menyibukkan diri dengan mendalami agama. Salah satunya dengan mengaji Al Quran atau yang biasa disebut dengan tadarusan.
Tadarusan itu merupakan satu di antara sejumlah kegiatan di lapas selama Ramadan. Selain tadarusan ada pula kajian Islam atau majelis taklim dan lain sebagainya
‘Iya, ini pertama kali saya Ramadan di lapas. Sangat bersedih. Tetapi dengan membaca Al Quran ini jadi lebih tenang. Mumpung Ramadan,” ungkap Aulia, salah satu warga binaan perempuan di Lapas Kelas 2 B Blitar,
Sama seperti warga biasanya, Ramadan bagi warga binaan juga sangat ditunggu.
Bagi yang menjalankan ibadah, juga tak ingin melewatkan detik demi detik Ramadan begitu saja tanpa ada kegiatan positif. Memang, menghirup udara di lapas tak pernah disangka.
Baca Juga :Gempar, Dikira Bangkai Hewan, Ternyata Ada Jasad Bayi di Drainase
Tetapi, setidaknya dengan tadarusan atau mengaji Al Quran, setidaknya menjadi menjadi cara untuk mendekatkan diri dengan Sang Khalik. Selain itu juga menjadi pengobat hati. “Karena di kampung Ramadan juga ramai kegiatan ibadah,” katanya.
Menurut Kepala Seksi Binadik, Lapas Kelas 2 B Blitar, Pradana Suwito, tadarus Al Quran adalah agenda rutin setiap Ramadan. Tadarusan ini dilakukan secara bergantian. Ada yang membaca ada pula yang menyimak.
Sementara yang belum bisa membaca Al Quran, mendengarkan lantunan ayat demi ayat. “Tadarusan ini sudah menjadi agenda rutin. Jadi kami tidak membatasi warga binaan untuk beribadah,” katanya.
Dia mengatakan, tadarusan digelar dalam beberapa kali. Di antaranya bisa pada pagi hari, usai salat Ashar hingga usai salat tarawih. Para warga binaan pun tadarusan dengan semangat. Bahkan, targetnya mampu menyelesaikan atau khatam sebelum Lebaran.
Saat ini, jumlah warga binaan mencapai 593 orang. Baik Perempuanataupun pria. Dari jumlah tersebut kurang lebih 570 narapidana merupakan muslim.
“Yang jelas, tadarus ini dilakukan sehari 2 kali pada saat setelah pengajian rutin dan setelah salat tarawih,” katanya. Untuk lokasi tadarusan, dipusatkan di masjid lapas serta di blok Perempuan.(*)



















