Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Berawal dari hobi, Ismail Gambir, Warga Lingkungan Mayak, Kelurahan Tonatan, Kecamatan Ponorogo sukses menghasilkan pundi-pundi rupiah. Pria berusia 55 tahun tersebut merupakan seorang penghobi dan peternak burung perkutut.
Di rumahnya, Ismail Gambir memiliki kurang lebih sebanyak 200 ekor burung perkutut bangkok. Hobi yang digelutinya sejak 2017 silam tersebut setiap bulannya mampu menghasilkan rata-rata 20 hingga 24 juta rupiah.
Ismail mengaku jika sejak dari dulu ia merupakan pecinta burung kicau, namun semenjak tahun 2017 dirinya memilih banting setir menjadi peternak burung perkutut. Ia beralasan pangsa pasar burung para raja tersebut sangat terbuka lebar.
“Alhamdulillah hasilnya lumayan besar, pangsa pasarnya juga tetap,” ungkap Ilham Gambir, saat ditemui di kediamannya.
Selain itu, perawatan burung perkutut menurutnya lebih mudah jika dibandingkan dengan burung-burung lainnya. Setiap pagi burung selalu dijemur dan diberikan pakan, burung perlu dimandikan setiap 4-5 hari sekali.
Makan yang diberikan juga banyak dijual di pasaran sehingga ia tidak mengaku kesulitan. “Kalau vitamin sesekali diberikan biar suara yang dihasilkan khas dan merdu,” imbuhnya.
Ilham mengaku burung yang dibudidayakannya bukan perkutut abal-abal, satu ekor burung perkutut budidayanya paling rendah diharga ratusan ribu, sedangkan yang paling mahal bisa mencapai Rp 3,5 juta. Bahkan hasil budidayanya banyak yang meraih juara ketika ada perlombaan.
“Menang bisa jadi faktor harganya mahal, karena kualitasnya jelas,” pungkasnya.
Reporter : Sony Dwi Prastyo
Editor : Gimo Hadiwibowo



















