Kampret Blitar, Komunitas Penghobi Ikan yang Jadi Penjaga Sungai

Kampret Blitar, Komunitas Penghobi Ikan yang Jadi Penjaga Sungai
Kampret Blitar, Komunitas Penghobi Ikan yang Jadi Penjaga Sungai

Blitar, SEJAHTERA.CO – Di tengah aliran sungai-sungai alami yang membelah wilayah Blitar Raya, sekelompok warga berkumpul dengan satu tujuan mulia, menjaga keberlangsungan hidup ikan air tawar dan melindungi ekosistem sungai.

Mereka adalah Komunitas Ikan Predator Blitar, yang lebih akrab dikenal dengan nama Kampret Blitar.

Komunitas ini bukanlah kelompok biasa. Dibentuk sejak 2014, Kampret Blitar telah tumbuh menjadi komunitas solid dengan lebih dari 100 anggota aktif yang berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pelajar, guru, pegawai negeri, hingga pekerja swasta.

Read More

Meski berbeda profesi, mereka disatukan oleh kecintaan terhadap alam, khususnya ikan-ikan sungai seperti wader, uceng, kutuk, dan tawes yang kini makin langka di beberapa daerah.

Denis Satria Hartadi, salah satu pengurus Kampret Blitar, menyebut bahwa komunitas ini bermula dari kegiatan nongkrong para penghobi ikan predator.

Baca Juga :Dukung Swasembada Pangan 2025, Polres Madiun dan Ponpes Al Syafi’i Bersinergi Menanam Jagung

“Dari obrolan ringan soal ikan, kami mulai saling kenal, tukar informasi, dan lama-lama sepakat membentuk komunitas agar lebih terorganisir,” ujarnya.

Kegiatan rutin komunitas ini bukan sekadar ajang kumpul hobi. Setiap bulan mereka mengadakan gathering yang diisi dengan diskusi seputar perawatan ikan, sesi lelang, hingga edukasi konservasi. Namun yang paling menonjol dari aktivitas mereka adalah aksi nyata menjaga ekosistem sungai.

Kampret Blitar secara berkala menebar benih ikan lokal endemik seperti wader dan uceng ke aliran sungai di Blitar. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap pelestarian populasi ikan air tawar yang makin terdesak oleh kerusakan habitat dan aktivitas penangkapan yang merusak.

“Kami juga aktif mengedukasi masyarakat agar tidak menggunakan metode menangkap ikan yang merusak, seperti meracun atau menyetrum,” jelas Denis. Edukasi ini dilakukan secara langsung ke warga, dari pintu ke pintu, demi membangun kesadaran bersama akan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem air.

Baca Juga :Pustaka Winatra, Perpustakaan di Taman Baca Banaran yang Semakin Diminati Warga

Tidak hanya berhenti di aksi lingkungan, komunitas ini juga menunjukkan kepeduliannya terhadap sosial. Mereka rutin menyalurkan bantuan seperti sembako kepada masyarakat sekitar.

Kolaborasi juga menjadi salah satu kekuatan Kampret Blitar. Bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar, mereka beberapa kali menggelar event bursa ikan hias yang tak hanya menjadi ajang promosi hobi, tapi juga mendukung pemulihan ekonomi pelaku UMKM di sektor ikan hias.

Meski begitu, bagi Denis dan rekan-rekannya, esensi komunitas ini tetap satu: menjaga agar kehidupan di sungai tetap lestari. “Bagi kami, yang paling penting adalah ekosistem ikan di sungai tetap terjaga,” tutup Denis.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *