Kediri, SEJAHTERA.CO – Musim kemarau basah, petani cabai mewaspadai adanya penyakit pethek pada cabai. Perubahan cuaca ekstrem ini berpengaruh pada kualitas cabai yang tumbuh jelang panen. Harus segera ditangani agar penyakit pethek pada cabai tidak merembet ke lainnya. Umur tanam cabai rawit usianya dua bulan dari masa tanam.
Baca Juga :Akademisi Dorong Perbanyak Koleksi Peninggalan Sejarah
Edi Susilo petani cabai Ringinrejo menjelaskan, penyakit pethek cabai menyerang pada buah cabainya dan diawali adanya satu titik hitam pada buah cabai. Karenanya jika diketahui ada titik hitam ini segera diambil dan dibuang agar tidak merembet ke lainnya.
“Saat ini harga cabai Rp 40.000 per kilonya dan terhitung tinggi daripada bulan lalu harganya di bawahnya. Jika ini disiarkan akan merusak harga cabai hanya karena satu batang pohon cabai yang buahnya kena pethek,” jelasnya.
Ditambahkan Edi untuk mencegah pethek harus bisa pilih bibit kualitas A memaksimalkan perawatan, pemupukan dan pantauan agar tanaman cabai terus bertumbuh baik, subur dan menghasilkan tanaman yang bernilai jual tinggi. Tidak boleh lengah dan pengawasan terus menerus.
“Cuaca ekstrem seperti sekarang harus kami antisipasi dengan tanaman yang lebih baik dan sehat. Kita harus pandai membaca situasi dan kondisi musim kemarau basah dan harus panen dengan kualitas bagus hingga cabai harga terus naik,” katanya.



















