Blitar, SEJAHTERA.CO – Tahun 2026 ini Pemkot Blitar membangun sejumlah proyek strategis. Sebagai langkah awal, Pemkot Blitar pun menggandeng aparat penegak hukum atau APH mulai polisi hingga jaksa guna pengawalan proyek.
Hal itu diwujudkan dalam bentuk penandatanganan atau MoU dengan Polres Blitar Kota hingga Kejaksaan Negeri Blitar.
“Untuk tahun ini tetap ada proyek atau pembangunan. Nah, dalam rangka mewujudkan pembangunan transparan, akuntabel, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, kami juga menggandeng aparat. Harapannya untuk pendampingan,” kata Walli Kota Blitar Syauqul Muhibbin, Rabu (11/3/2026).
Dia mengatakan penandatanganan itu juga juga wujud komitmen nyata untuk menerapkan prinsip good governance dan transparansi dalam pelaksanaan di pembangunan.
Baca Juga Antisipasi Lonjakan Wisata, ini Rekayasa Lalu Lintas di Kota Batu dalam Forum LLAJ
Apalagi, anggaran atau dana yang dikucurkan uang rakyat. Tentunya harus bisa dipertanggungjawabkan dengan baik.
“Intinya untuk mitigasi risiko agar potensi penyimpangan bisa dicegah sejak dini. Sehingga pembangunan tepat sasaran dan tepat anggaran,” katanya.
Di 2026 ini, sejumlah proyek strategis bakal dilaksanakan. Di antaranya revitalisasi sirkuit serta pembangunan gedung serbaguna atau sport center.
Pembangunan kawasan outbond Gedog tahap ketiga serta pengadaan lahan tempat pembuangan akhir (TPA), pembangunan Gedung BTC, peningkatan saluran pembuang irigasi di kawasan Jurangsembot–Kalicari dan Jalan Anggrek hingga Jalan Melati.
Ada lagi, revitalisasi Waterpark Sumber Udel, pengadaan pakaian seragam siswa sekolah dasar serta pembangunan Taman Kanak-kanak Negeri (TKN) Kepanjenlor tahap kedua.
Baca Juga Pemkot Batu Gelar Operasi Pasar Murah, Dorong Stabilitas Harga Pangan Jelang Idulfitri 2026
Selain dengan kepolisian, Pemkot Blitar juga menggandeng Kejaksaan Negeri Blitar. Ini terkait penanganan masalah hukum di bidang perdata dan tata usaha negara serta pengamanan pembangunan strategis daerah.



















