Pemkab Kediri Siapkan Rp400 Juta untuk Bangun Kembali Puskesmas Tiron yang Terbakar

Ir. Irwan Chandra  Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kediri.
Ir. Irwan Chandra  Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kediri.(foto: istimewa)

Kediri, SEJAHTERA.CO – Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) memastikan akan membangun kembali Puskesmas Tiron yang terbakar beberapa waktu lalu. Untuk merealisasikan pembangunan tersebut, Pemkab Kediri menyiapkan anggaran sekitar Rp300 juta hingga Rp400 juta.

Baca juga:Santri Kediri yang Terseret Ombak Pantai Pangi Ditemukan Meninggal di Tebing Pantai Umbulwaru

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kediri, Ir. Irwan Chandra, mengatakan pihaknya telah melakukan survei ke lokasi pascakebakaran guna mengetahui kondisi bangunan serta menentukan langkah tindak lanjut yang diperlukan.

Read More

“Kami sudah melakukan survei ke lokasi setelah kebakaran. Tahun ini bangunan Puskesmas Tiron akan dibangun kembali secara menyeluruh,” katanya.

Menurut Irwan, keberadaan Puskesmas Tiron sangat penting karena menjadi salah satu fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat. Karena itu, proses pembangunan kembali harus segera dilakukan agar pelayanan dapat kembali berjalan normal.

Saat ini, pelayanan kesehatan darurat bagi masyarakat dilakukan dengan memanfaatkan tenda darurat yang dipasang di sekitar lokasi. Selain itu, sebagian layanan juga dialihkan ke Puskesmas Grogol.

Baca juga:Kuota Sekolah Rakyat SMP dan SMA di Kabupaten Kediri Penuh, SD Masih Kekurangan Siswa

“Karena Puskesmas Tiron merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang sangat dibutuhkan masyarakat, maka harus segera dibangun kembali. Untuk sementara pelayanan dilakukan melalui tenda darurat dan sebagian dialihkan ke Puskesmas Grogol,” ujarnya.

Irwan menjelaskan, saat ini Dinas PUPR masih menyusun perencanaan pembangunan agar bangunan yang dibangun kembali memenuhi standar pelayanan kesehatan masyarakat. Anggaran yang disiapkan diperkirakan cukup untuk membangun kembali gedung puskesmas, namun belum mencakup pengadaan sarana dan prasarana di dalamnya.

“Pembangunan fisik akan dilakukan setelah Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) tahun ini. Ini merupakan langkah cepat untuk mengembalikan layanan kesehatan masyarakat seperti sebelumnya,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *