Rumah Warga Wlingi Ludes Terbakar Saat Siang Hari, Kerugian Tembus Rp100 Juta

Petugas saat melakukan pemadaman api.
Petugas saat melakukan pemadaman api.(foto: abdul aziz wahyudi)

Blitar, SEJAHTERA.CO – Warga Lingkungan Nangkan, Kelurahan Wlingi, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, digegerkan oleh peristiwa kebakaran yang menghanguskan sebuah rumah pada Senin (22/6/2026) siang. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai lebih dari Rp100 juta.

Baca juga:Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Kapolri Ziarah ke Makam Bung Karno di Blitar

Rumah yang terbakar diketahui milik Mukori (70), warga setempat. Kebakaran terjadi sekitar pukul 12.30 WIB saat kondisi cuaca sedang terik.

Read More

Kepala Seksi Humas Polres Blitar, Aipda Muheni, mengatakan peristiwa itu pertama kali diketahui oleh sejumlah tetangga korban yang melihat kepulan asap tebal membumbung dari arah rumah Mukori.

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun pemilik rumah mengalami kerugian hingga lebih dari Rp100 juta karena sebagian besar bagian dalam rumah terbakar,” katanya.

Mengetahui adanya kebakaran, warga sekitar segera mendatangi lokasi dan berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun kobaran api terus membesar sehingga warga melaporkan kejadian tersebut kepada perangkat kelurahan yang kemudian diteruskan ke pihak kepolisian dan petugas pemadam kebakaran.

Baca juga:Sembunyikan 600 Pil Dobel L di Organ Intim, Perempuan Pengunjung Lapas Blitar Ditangkap

Beberapa menit kemudian, petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi dan langsung melakukan upaya pemadaman. Api berhasil dikendalikan sekitar satu jam setelah proses pemadaman berlangsung.

Akibat kebakaran itu, sejumlah perabot rumah tangga ludes dilalap api. Kerusakan paling parah terjadi di bagian ruang tengah yang berisi mebel dan berbagai peralatan rumah tangga. Selain itu, rangka atap rumah juga ikut terbakar, sementara sebagian besar dinding bangunan masih dalam kondisi utuh.

“Dugaan sementara kebakaran dipicu oleh korsleting listrik. Namun penyebab pasti masih dalam penyelidikan lebih lanjut,” pungkas Muheni.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *