Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi mahasiswa Tulungagung menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Tulungagung, Rabu (24/6/2026). Dalam aksi tersebut, mereka menyampaikan 13 tuntutan, salah satunya mendesak pemerintah dan PLN memberikan kompensasi atas dampak pemadaman listrik yang dinilai merugikan masyarakat.
Baca juga:Ratusan Perusahaan di Tulungagung Tunggak Iuran Jaminan Sosial Pekerja
Koordinator aksi, Hendra Nurdiansyah, mengatakan sekitar 200 mahasiswa mengikuti demonstrasi tersebut. Menurutnya, persoalan pemadaman listrik menjadi salah satu isu utama yang disuarakan karena berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kami menyoroti pemadaman listrik yang terjadi di Tulungagung karena membuat kelompok peternak ikan mengalami kerugian yang tidak sedikit,” ujar Hendra.
Ia menjelaskan, pemadaman listrik yang berlangsung selama dua hari di sejumlah wilayah Tulungagung disebut menyebabkan kerugian besar bagi pelaku usaha perikanan. Berdasarkan informasi yang diterima mahasiswa, satu kelompok peternak ikan mengalami kerugian hingga Rp1,8 miliar.
Menurut Hendra, nilai kerugian tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah dan penyedia layanan kelistrikan. Karena itu, mahasiswa mendesak adanya pendataan yang transparan terkait dampak ekonomi yang ditimbulkan akibat pemadaman.



















