Jakarta, SEJAHTERA.CO – Film berlata belakang sejarah pahlawan Indonesia atau tokoh terkenal bakal difilmkan.
Tokoh terkenal atau pahlawan Indonesia yang bakal difilmkan itu adalah Ki Hadjar Dewantara.
Film Ki Hadjar Dewantara yang digarap rumah produksi sinema Wahana Kreator akan diproduseri oleh artis ternama Maudy Ayunda.
Ya, sosok Ki Hadjar Dewantara merupakan pahlawan nasional yang penuh jasa untuk perkembangan serta kemajuan pendidikan di Indonesia.
Bahkan, tanggal kelahiran Ki Hadjar Dewantara pun ditetapkan pemerintah sebagai Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).
Menyadari andil besar Ki Hadjar Dewantara, rumah produksi sinema Wahana Kreator menginisiasi produksi film berjudul Ki Hadjar Dewantara (KHD).
Film ini direncanakan mulai syuting pada 2025 dan rampung lalu tayang bertepatan peringatan Hardiknas tahun 2026.
Ini sebagai penghormatan atas warisan konsep dan gagasan pemajuan pendidikan yang ditinggal oleh Ki Hadjar Dewantara.
Pengerjaan film Ki Hadjar Dewantara mendapatkan dukungan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) pada tahap riset maupun pengembangan cerita.
Keluarga Bapak Pendidikan Nasional turut hadir sebagai tamu kehormatan pada upacara (2/5) dan puncak perayaan Hardiknas 2024 di Indonesia Arena (3/5).
Pada puncak perayaan Hardiknas 2024 di Indonesia Arena, turut disampaikan bahwa film ini mengisahkan hidup, pemikiran, dan cita-cita Ki Hadjar Dewantara.
Direktur Jenderal Kebudayaan, Hilmar Farid, mengungkapkan bahwa Kemendikbudristek sangat mendukung inisiatif rumah produksi sinema Wahana Kreator menginisiasi produksi film berjudul Ki Hadjar Dewantara.
Hilmar menambahkan, berbagai kebijakan Merdeka Belajar yang diusung Kemendikbudristek, kini sudah menjadi gerakan di seluruh Indonesia, berakar dari semangat dan cita-cita Ki Hajar Dewantara.
Sebagai generasi penerus bangsa, katanya, semangat Ki Hadjar Dewantara dalam dunia pendidikan patut kita pegang teguh dan ditanamkan kepada setiap generasi.
“Salah satu caranya adalah melalui film ( Ki Hadjar Dewantara) sebagai medium pemajuan kebudayaan,” ucap Hilmar, Senin (6/5).
Lebih lanjut Hilmar menuturkan, film Ki Hadjar Dewantara diharapkan dapat menjadi refleksi serta membuka ruang diskusi mengenai pendidikan.
“Ini juga dapat menjadi salah satu cara yang baik dalam menggelorakan semangat Merdeka Belajar, Merdeka Berbudaya bagi seluruh pelajar dan masyarakat Indonesia,” tutup Hilmar.
Editor: Gimo Hadiwibowo



















