Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Menjelang hari raya Idulfitri 1445 H, pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2024 di Tulungagung diwarnai momen pemusnahan barang bukti, Rabu (3/4/2024).
Diketahui, barang bukti yang dimusnahkan berupa minuman keras (Miras) yang dijual tanpa izin edar dan knalpot brong.
Kapolres Tulungagung, AKBP Teuku Arsya Khadafi mengatakan, barang bukti yang dimusnahkan ini merupakan barang bukti yang dianggap meresahkan masyarakat jika digunakan. Untuk barang bukti miras yang diamankan dan dimusnahkan petugas ini merupakan hasil Operasi Pekat Semeru 2024.
Diketahui pada operasi tersebut, pihaknya menyasar pedagang miras di seluruh Kabupaten Tulungagung yang tidak mengantongi izin untuk menjual atau mengedarkan miras. Miras-miras yang dijual tanpa izin tersebut diamankan dan dilakukan pemusnahan.
“Barang bukti miras yang berhasil kami amankan ini sejak awal Ramadan kemarin, di mana kami menyasar penjual miras yang tidak memiliki izin,” kata AKBP Teuku Arsya Khadafi, Rabu (3/4/2024).
Miras-miras tersebut diamankan untuk memastikan pelaksanaan ibadah puasa di bulan suci Ramadan berjalan lancar tanpa adanya gangguan. Mengingat penggunaan miras sendiri sering kali menyebabkan terjadinya gangguan kamtibmas.
Ada sebanyak 2.830 botol miras berbagai merek yang tidak dilengkapi izin edar maupun yang dijual oleh orang yang tidak memiliki izin diamankan dan dimusnahkan dengan cara dilindas menggunakan alat berat.



















