Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyiapkan anggaran pengadaan sapi kurban untuk perayaan Idul Adha 2026. Namun, jumlahnya menurun dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga Forkopimda tidak lagi mendapat jatah.
Baca juga:Ratusan Kursi Kepsek di Tulungagung Terisi Plt, Pengangkatan Definitif Tunggu Instruksi
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Tulungagung, Agus Suswantoro, mengatakan pihaknya mendapat tugas menyediakan hewan kurban yang nantinya disalurkan kepada masyarakat.
Tahun ini, anggaran yang disiapkan sebesar Rp338 juta untuk pengadaan delapan ekor sapi. Jumlah tersebut menurun dari tahun 2025 yang mencapai Rp490 juta dengan total 14 ekor sapi.
“Tahun lalu ada 14 ekor sapi untuk bupati, sekda, dan Forkopimda. Tahun ini hanya delapan ekor, sebagian untuk bupati dan sekda, sisanya dibagikan sesuai daftar,” ujarnya, Jumat (22/5/2026).
Penurunan anggaran terjadi karena pembatasan penyerapan anggaran sebelum perubahan anggaran keuangan (PAK) 2026. Akibatnya, pengadaan hanya mengandalkan sisa anggaran APBD murni.
Delapan sapi tersebut akan disalurkan ke sejumlah pihak, antara lain wilayah Kecamatan Kota, Kementerian Agama, MUI, Muhammadiyah, LDII, dan PCNU.
Baca juga:Sekolah Rakyat Tulungagung Ditarget Beroperasi Awal 2027
Selain itu, Pemkab Tulungagung juga berkoordinasi dengan Baznas untuk membantu penyediaan hewan kurban di tingkat kecamatan. Dengan skema ini, seluruh kecamatan dan organisasi Islam diharapkan tetap mendapatkan distribusi hewan kurban.
Agus menambahkan, sapi yang disiapkan merupakan jenis limousin atau simmental dengan bobot sekitar 600 hingga 700 kilogram. Pengadaan dilakukan dengan membeli dari peternak lokal di Tulungagung.
“Kami sudah memiliki data peternak dengan kualitas baik, sehingga pengadaan tetap mengutamakan peternak lokal,” pungkasnya.



















