Kediri, SEJAHTERA.CO – Asosiasi Instruktur Senam dan Fitnes Indonesia (ASIAFI) Kota Kediri meluncurkan “Senam Sehat Kediri MAPAN Kutone” di kawasan Dhoho Car Free Day (CFD), Jalan Stasiun, Kota Kediri, Minggu (28/12/2025).
Baca Juga :Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Semeru 2025, Matangkan Persiapan Pengamanan Nataru
Kegiatan ini merupakan bagian dari proyeksi kerja sama antara Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Kediri dengan ASIAFI dalam mendorong gaya hidup sehat berbasis kearifan lokal.
Ketua ASIAFI Kota Kediri, Yokel Bayu Putra, menjelaskan peluncuran “Senam Sehat Kediri MAPAN Kutone” bertujuan mengajak masyarakat, khususnya warga Kota Kediri, untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh melalui aktivitas senam yang menyenangkan dan mudah diikuti oleh semua kalangan.
“Kami ingin mengajak masyarakat Kota Kediri agar dengan senam sehat bisa selalu sehat dan bugar,” ujar Yokel.
Peluncuran senam sehat ini diawali dengan senam bersama yang diikuti sekitar 250 pegiat senam dari komunitas Aerobic Zumba, Fitnes Indonesia, dan Senam Jantung Indonesia, serta pengunjung CFD yang turut memeriahkan kegiatan.
Senam kreasi “Senam Sehat Kediri MAPAN Kutone” mengusung lirik berbahasa Jawa yang sarat makna, menggambarkan keindahan, keasrian, dan nilai historis Kota Kediri. Salah satu bait pembukanya berbunyi:
“Pancen nyoto endah lan arsine
Yen disawang kuthoku Kediri
Tengah kutho kali Brantas mili
Taman-tamane nambah edi peni.”
Lirik tersebut menggambarkan aliran Sungai Brantas yang membelah kota serta taman-taman kota yang memperindah wajah Kediri.
“Lagu ini sering dinyanyikan untuk mengenalkan Kediri sebagai kota yang memiliki kekayaan sejarah dan budaya, selain keindahan alam dan kekhasan kulinernya,” jelas Yokel.
Sementara itu, gerakan “Senam Sehat Kediri MAPAN Kutone” merupakan perpaduan antara koreografi tari dan aerobik, yang diiringi kombinasi musik gamelan dengan dance Zumba atau rockrobic.
“Penggabungan koreografi tari dan aerobik ini bertujuan meningkatkan detak jantung sekaligus membakar kalori, dengan variasi gerakan high impact, low impact, maupun aerobic dance, sesuai irama musiknya,” tambahnya.
Antusiasme peserta terlihat tinggi, termasuk sekitar 50 pegiat senam jantung sehat dari Yayasan Jantung Indonesia yang mayoritas berusia di atas 60 tahun.
“Peserta dari Yayasan Jantung Indonesia yang rata-rata lanjut usia sangat antusias, lebih semangat, dan saling mendukung,” ungkap Yokel.
Kondisi tersebut menunjukkan senam sehat dapat menjaga kebugaran tubuh di berbagai kelompok usia, sekaligus mendukung program pemerintah menuju Indonesia Emas 2045.
Dalam kegiatan peluncuran ini, ASIAFI Kota Kediri juga menggelar aksi donasi peduli bencana Aceh dan Sumatera di titik nol Dhoho CFD, Jalan Stasiun. Aksi kemanusiaan tersebut menjadi wujud solidaritas para pegiat senam terhadap masyarakat terdampak banjir dan longsor.
“Ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap saudara-saudara kita yang tertimpa musibah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” tutur Yokel.
Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari pegiat senam se-Karesidenan Kediri dan masyarakat Kota Kediri. Di akhir acara, Yokel menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan, di antaranya Disbudparpora Kota Kediri, KORMI Kota Kediri, serta Yayasan Jantung Indonesia.



















