Awal Kurang Percaya Diri, Kakak Adik Asal Blitar Singkirkan Thailand dan Sabet Juara Kompetisi Robotic Soccer Singapura

Awal Kurang Percaya Diri, Kakak Adik Asal Blitar Singkirkan Thailand dan Sabet Juara Kompetisi Robotic Soccer Singapura

Blitar, SEJAHTERA.CO – Daffa Asahi dan Dafi Atha Hea benar-benar jenius. Kakak adik ini baru saja mengharumkan nama Blitar di level internasional.

Saudara kandung asal Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar itu menyabet juara 1 kompetisi robotik soccer di Singapura 28 Oktober 2023  lalu.

Tak menyangka. Ya itulah yang terbesit ketika mendengar prestasi cemerlang yang disabet kakak adik ini. Keduanya tinggal di Desa Wates, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar.

Read More

Menyebut Wates memang identik dengan daerah pinggiran, daerah Blitar selatan. Tetapi dari sana muncul anak prestasi tingkat internasional.

“Iya kami memang kakak adik. Kami juga tak menyangka  bisa juara,” kata Daffia.

Daffia dan Dafi adalah kakak adik yang menorehkan prestasi tingkat internasional dalam kompetisi Robotic Soccer di Singapura. Daffia yang juga MAN 1 Kabupaten Blitar ini  meraih juara 1 gol dan poin paling banyak  kategori Soccer IoT 1 kilogram (kg) kategori SMA sederajat.

Sementara adiknya Dafi yang juga siswa MIN 3 Wates ini  menyabet juara soccer IoT 500 gram untuk kategori SD sederajat.

Daffia pun menceritakan awal mula dirinya dan adiknya hingga menyabet jawara prestasi. Darah merakit robot sudah mengalir sejak duduk di bangku SD. Kebetulan Daffa juga alumnus MIN 3 Wates.

“Saya memang suka merakit robot duduk di bangku kelas 3. Dari hanya mencoba saja. Ikut kejuaraan karena menemani adik, tetapi malah ikut juara,” kata cowok kelahiran 16 tahun silam ini.

Ketika ada pengumuman akhirnya keduanya pun sepakat ikut serta. Dirinya dan adik percaya diri meski pesaingnya dari sejumlah negara.

Apalagi adiknya, kerap langganan juara. Terakhir kali menyabet juara 2 di ajang kejuaraan nasional robotik di Malang.

Bakat itu semakin terasah karena di MIN 3  Wates ada kegiatan ekstrakurikuler robotik.  “Persiapannya tiga minggu saja,” katanya.

Hari yang ditunggu akhirnya tiba. Di Singapura bertemu dengan sejumlah tim dari berbagai daerah. Di antaranya Thailand, Singapura, Malaysia dan lain sebagainya. Menghadapi para lawan awalnya sempat grogi.

Pasalnya robot rakitannya tak sebagus lawan. Berbekal percaya diri mantap untuk bersaing hingga akhirnya menyabet juara. Pada perlombaan itu robotnya berlaga di ajang sepakbola. Para tim memainkan robot dan berlomba memasukkan gol sebanyak-banyaknya.

Sebelum melenggang ke final setelah menundukkan rekan satu negara asal Jakarta dengan skor 3-1. “Karena menang melenggang ke final. Mainnya memakai joystick dan tombol yang terhubung ke ponsel,” katanya.(*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *