Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla menjadi atensi Pemkab Trenggalek di puncak musim kemarau, selain dampak krisis air bersih.
Baca Juga :Produk UKM dan Pangan KWT Kediri Binaan Dispertabun, Laris Terjual di Promosi Wisata TMII
Hingga saat ini tercatat Bumi Menak Sopal, sebutan lain Kabupaten Trenggalek dilanda 11 kali peristiwa karhutla.
Kepala BPBD Trenggalek, Triadi Admono menyebutkan, sebanyak 11 kali peristiwa kebakaran itu terjadi di hutan dan lahan (karhutla) wilayah empat desa di tiga kecamatan. Desa itu meliputi, Bendorejo, Jatiperahu, Karangsoko dan Kelurahan Ngantru.
“Empat desa itu masuk di tiga kecamatan, meliputi Trenggalek, Pogalan dan Karangan,” kata Triadi, Selasa (3/9/2024).
Baca Juga :Kemarau Memuncak, BPBD Kabupaten Kediri Intens Pantau Kawasan Rawan Karhutla
Beruntung dalam 11 kali karhutla itu tak sampai menelan korban jiwa. Meskipun demikian, beberapa titik api sempat mendekat ke arah permukiman warga.
Namun berkat kerja keras semua pihak, kebakaran hutan dan lahan di sejumlah titik itu dapat segera dipadamkan oleh petugas gabungan.
“TNI, Polri, Perhutani, BPBD, Satpol, LMDH dan semua lapisan lainnya terjun langsung bahu membahu memadamkan api,” imbuhnya.
Kebakaran hutan dan lahan itu terjadi di sejumlah titik, mulai dari lahan pemajekan warga hingga area produktif. Belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran itu, namun diduga tak lepas dari aktivitas warga.
Misalnya membakar tumpukan sampah dan tidak memastikan api benar-benar padam sehingga menjalar saat ditinggal.
Untuk itu pihaknya mengimbau serta mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga alam, dengan tidak membakar sampah tanpa pengawasan maupun membuang puntung rokok sembarangan.
Baca Juga :Ungkap Miras Oplosan Es Moni Viral di Medsos, Kasat Resnarkoba: Diminati Pelajar dan Anak Bawah Umur
Apalagi ditengah puncak musim kemarau yang membuat alam mengering seperti saat ini sehingga mudah terjadi kebakaran.
“Mari kita jaga bersama, ayo dijaga bareng dengan berhati-hati saat beraktivitas di kawasan hutan yang bisa memicu terjadinya kebakaran,” pungkasnya.



















