Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Bangunan SMPN 1 Ngantru Tulungagung mengalami kebakaran usai api bekas membakar lahan tebu pada sisi utara sekolah menyambar bangunan sekolah.
Akibat kejadian itu, api menyambar ruangan laboratorium SMPN 1 Ngantru tersebut, beruntung api berhasil dikendalikan sebelum sempat membesar.
Kasi Operasional dan Pemadaman, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (PMKP) Kabupaten Tulungagung, Bambang Pidekso mengatakan, awalnya sekitar pukul 10.47 WIB pihaknya menerima laporan jika terjadi kebakaran di SMPN 1 Ngantru.
Usai menerima laporan itu, petugas segera menuju tempat kejadian kebakaran (TKK), yakni SMPN 1 Ngantru.
Saat itu, petugas turut membawa dua mobil damkar dan dua truk tangki suplai air untuk melakukan proses pemadaman atas kebakaran yang terjadi di SMPN 1 Ngantru.
Baca Juga :Disnaker Kabupaten Kediri Berikan Bimbingan Karir kepada Siswa SMA
Petugas baru tiba di TKK sekitar pukul 11.06 WIB atau 19 menit lantaran lokasi kebakaran di wilayah pinggiran, sehingga sedikit melebihi response time.
“Standar response time kami 15 menit, tetapi karena lokasi kebakaran jauh dari mako damkar, sehingga tidak sesuai response time,” kata Bambang Pidekso, Minggu (10/8/2025).
Setibanya di TKK, ungkap Bambang, kebakaran tersebut terjadi pada bangunan ruangan laboratorium pada SMPN 1 Ngantru, dan api mengenai bagian atap.
Petugas segera melakukan upaya pemadaman pada atap bangunan tersebut, mengingat api sudah menyambar sebagian plafon.
Dikarenakan api belum terlalu besar, proses pemadaman dan pembasahan berlangsung cukup cepat yakni kurang lebih selama kurang lebih 24 menit.
Baca Juga :DPD Golkar Kota Madiun Tegaskan Miliki Hak Atas Lahan Kantor Partainya
Beruntung api tidak sampai menyambar ruangan lain di SMPN 1 Ngantru, mengingat proses pemadaman dilakukan secara cepat dan tepat.
“Api menyambar bagian atap dan sempat membakar sebagian plafon, tetapi api berhasil dijinakkan sebelum sempat membesar maupun menyambar ruangan lain,” ungkapnya.
Usai penanganan, Bambang menyebut, pihaknya lantas melakukan olah tempat kejadian kebakaran untuk memastikan penyebab munculnya api pada ruang laboratorium itu.
Sesuai keterangan para saksi, awalnya area persawahan lahan tebu di utara sekolah tengah dibakar untuk mempersiapkan masa tanam.
Namun dikarenakan angin berhembus cukup kencang dan lokasi persawahan tanaman tebu dekat dengan sekolah, api kemudian menyambar bagian atap pada sekolah itu.
Baca Juga :Musda ke-XI Golkar Jombang Usung Generasi Muda, Andik Basuki Kembali Nahkodai DPD Secara Aklamasi
Menurut Bambang, kerugian material hanya pada bagian atap dan plafon, sedangkan di dalam ruang laboratorium itu masih kosong.
“Ruang laboratorium itu belum diisi perabotan dan masih kosong. Jadi api hanya menyambar bagian atap dan plafon di ruangan itu saja,” pungkasnya



















