Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Dugaan keracunan makanan massal di Kabupaten Trenggalek menjadi perhatian anggota DPR-RI Novita Hardini. Novita, sapaan akrabnya menerjunkan tim untuk mengunjungi korban dan memberikan sejumlah bantuan.
Baca Juga :PT KAI Daop 7 Madiun Hadirkan Rangkaian Baru KA Brantas dengan Kereta Ekonomi New Generation
Diapun menyampaikan rasa prihatin dan duka mendalam atas peristiwa itu. “Kami telah menerjunkan tim. Saya menyampaikan rasa prihatin dan duka mendalam atas peristiwa ini dan berharap kejadian serupa tidak terulang,” kata Novita, Rabu (16/10/2024).
Untuk itu, dia meminta ke depannya kepada semua pihak agar lebih waspada dan menerapkan prosedur yang tepat dalam menyelenggarakan sebuah kegiatan.
Baca Juga :Tradisi Ziarah Makam Pemimpin Kota Batu Jelang HUT Kota Batu
Selain itu, dia juga mengusulkan kepada Bupati Trenggalek untuk mengeluarkan surat edaran yang mengharuskan setiap kepanitiaan acara menyediakan tim medis sebagai langkah antisipasi bila terjadi kedaruratan.
“Setiap acara yang melibatkan banyak orang, panitia wajib bertanggung jawab penuh terhadap keselamatan dan kesehatan peserta,” imbuhnya.
Baca Juga :Bangun Pedestrian, Dinas PUPR Kota Blitar Gelontorkan Rp 1,3 Miliar
Selain itu, Novita juga mendorong kepada Pemkab Trenggalek untuk lebih ketat dalam pengawasan keamanan pangan, terutama dari pihak penyedia catering. Langkah itu dinilai penting untuk mencegah kasus serupa terulang.
“Kami akan terus bekerja sama dan berkoordinasi dengan Pemkab Trenggalek serta instansi-instansi lainnya untuk mensosialisasikan langkah-langkah ini guna memastikan seluruh kegiatan publik di Trenggalek berjalan lebih aman dan terkendali,” pungkasnya.
Baca Juga :Operasi Zebra, Polres Blitar Terjunkan 64 Personel
Sebelumnya, sebanyak 98 orang dilaporkan mengalami dugaan keracunan makanan setelah mengonsumsi nasi kotak dalam sebuah kegiatan keagamaan di wilayah Kecamatan Trenggalek.
Sebanyak tujuh orang diantaranya terpaksa dilarikan ke rumah sakit dan satu diantaranya meninggal dunia. Kasus itu tengah diusut oleh pihak kepolisian.



















