Kediri, SEJAHTERA.CO – Komitmen membangun kemandirian ekonomi masyarakat terus diwujudkan Komunitas Bolonemase Kota Kediri. Bersinergi dengan PKBM Sunan Kalijaga, mereka menggelar pelatihan pembuatan sabun cuci piring bagi anak-anak putus sekolah dan warga kurang mampu di Kelurahan Lerboyo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Kamis (7/5/2026).
Baca juga:Forkopimda Kediri Turun ke Desa, Bantu Lansia, Anak Putus Sekolah hingga ABK
Program tersebut bukan sekadar pelatihan keterampilan biasa, melainkan langkah konkret membekali generasi muda dengan kemampuan usaha mandiri agar mampu bertahan di tengah tekanan ekonomi.
Koordinator Daerah (Korda) Bolonemase Kota Kediri, Nida Sari, mengatakan kegiatan itu merupakan tindak lanjut arahan Koordinator Nasional (Kornas) Bolonemase, Kuat Hermawan Santoso, agar seluruh jajaran di daerah menghadirkan program sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“Bolonemase tidak ingin hanya menjadi komunitas biasa. Kami ingin hadir membantu pemerintah melalui program pemberdayaan masyarakat, khususnya membangun kemandirian ekonomi,” ujarnya.
Menurut Nida, pelatihan tersebut diharapkan mampu membuka peluang usaha baru bagi anak-anak putus sekolah. Dengan keterampilan yang dimiliki, para peserta nantinya dapat memproduksi sekaligus memasarkan hasil usahanya secara mandiri.
Ia menegaskan, program pemberdayaan serupa akan terus dikembangkan secara berkelanjutan. Sebelumnya, Bolonemase juga telah menggelar pelatihan digitalisasi usaha di Gedexpo sebagai upaya meningkatkan kemampuan ekonomi masyarakat berbasis keterampilan.
“Ke depan kami juga ingin menyasar para janda yang kehilangan tulang punggung keluarga dan belum memiliki kemampuan ekonomi. Mereka perlu didampingi agar mampu bangkit dan mandiri,” tegasnya.
Sementara itu, Koordinator Kecamatan (Korcam) Bolonemase Kecamatan Kota Kediri, Eko Supriyadi, menambahkan peserta pelatihan berasal dari sejumlah lingkungan di wilayah Lerboyo yang masuk kategori kurang mampu dan putus sekolah.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa Bolonemase hadir bukan sekadar komunitas perkumpulan, melainkan organisasi sosial yang aktif bergerak membantu masyarakat kecil.
“Kami ingin kegiatan ini memberi dampak nyata. Tidak hanya pelatihan keterampilan, tetapi juga kegiatan sosial lain seperti bantuan sosial untuk warga kurang mampu dan lansia sebatang kara yang membutuhkan perhatian,” ungkapnya.
Melalui program pemberdayaan tersebut, Bolonemase Kota Kediri berharap dapat melahirkan masyarakat yang lebih mandiri, produktif, dan memiliki peluang usaha sendiri.
Baca juga:Pemkab Kediri Soft Launching Galeri DIKTA SuaR, Perkuat Ekonomi UMKM Disabilitas
Program itu juga diharapkan menjadi contoh gerakan sosial berbasis pemberdayaan ekonomi yang dapat diterapkan di berbagai daerah lain di Indonesia.



















