Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Karya seni yang diukir oleh seorang seniman tentunya memiliki daya tarik tersendiri bagi sebagian orang yang memang menyukai karya seni.
Seperti yang dilakukan Komarudin (53) warga Desa Sumberejo Kulon, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung yang sudah puluhan tahun menekuni seni kaligrafi hingga karyanya tembus pasar Internasional.
Keindahan kaligrafi yang dibuat oleh Komarudin berhasil membius sepasang mata yang melihatnya. Puluhan tahun menekuni bidang seni lukis kaligrafi membuatnya piawai dalam mengguratkan tintanya agar menghasilkan lukisan kaligrafi nan indah. Semua itu dia mulai sejak tahun 1993 silam.
Diketahui pada saat itu, Komarudin baru saja lulus dan keluar dari pondok pesantren. Berbekal ilmu yang didapatnya selama di pesantren, Komarudin membulatkan tekadnya untuk menekuni seni kaligrafi. Namun, saat itu dia mulai membuat kaligrafi dengan menulis nama pengunjung dari kegiatan pasar malam.
“Setelah lulus dari pesantren, saya mulai menggambar kaligrafi, saat itu saya sering datang ke acara pasar malam atau pagelaran wayang yang ada di setiap daerah dengan membuka lapak gambar kaligrafi di sana,” kata Komarudin, Senin (1/4/2024).
Demi mendapatkan banyak pelanggan, Komarudin kala itu bahkan rela sering berpindah-pindah tempat untuk menghadiri acara hajatan yang digelar warga tersebut. Namun, berbekal ilmu yang didapatnya selama di pesantren, Komarudin tidak terlalu memusingkan hal itu dan terus berusaha.
Benar saja, usaha, kerja keras dan rendah hati yang dimiliki Komarudin membuatnya semakin ahli dalam membuat karya seni kaligrafi hingga kemampuannya semakin terasah. Bahkan Komarudin semakin paham dengan alur dan perkembangan seni kaligrafi yang membuatnya mampu mengikuti perkembangan itu.
“Karya seni Kaligrafi itu hampir sama dengan karya seni lain, di setiap masanya selalu ada inovasi baru yang sedang trending, dan ini terus saya ikuti untuk mengembangkan usaha saya,” ujarnya.
Hingga puncaknya, Komarudin justru mampu menghadirkan inovasi baru dalam dunia seni kaligrafi yang mana baru-baru ini dia membuat inovasi yang memukau pada karya seni kaligrafi miliknya. Pasalnya, saat ini Komarudin mampu membuat kaligrafi dengan bahan silikon yang digambar di atas kain beludru.
Alhasil, inovasi pada karya seni kaligrafi miliknya itu disambut baik di pasaran yang terbukti inovasi pada karyanya itu mampu laris manis di pasaran. Inovasi pada karya seni kaligrafi buatannya disambut baik di pasaran terutama bagi pelanggannya.
“Trend kaligrafi itu semakin hari semakin berkembang. Baru dua tahun terakhir, sedang trend kaligrafi silikon digambar di kain beludru. Silikonnya menggunakan alat lem tembak,” jelasnya.
Sambutan hangat para pelanggannya atas inovasi tersebut tidak hanya terjadi di pasar domestik saja, melainkan karya seni kaligrafi ‘Hasta’ yang dikembangkannya itu juga dilirik pasar internasional. Bahkan saat ini, dia sempat mendapatkan pesanan kaligrafi dari Qatar dan Amerika Serikat.
Menurut Komarudin, peran sosial media dalam memperkenalkan karyanya ke publik dianggap sangat vital lantaran mampu menjangkau semua wilayah mulai dari pasar domestik maupun internasional. Pihaknya bahkan tidak segan mengakui jika meroketnya karya kaligrafi miliknya ini berkat platform digital.
“Saya memang selalu memanfaatkan sosial media untuk memasarkan produk saya, bahkan di setiap proses pengerjaan kaligrafi yang saya garap, saya bagikan ke sosial media,” ungkapnya.
Sedangkan terkait harga jual karya kaligrafinya itu, Komarudin menjualnya dengan harga yang bervariasi. Kaligrafi termurah dibanderol senilai Rp 75 ribu. Sedangkan untuk karya termahalnya, dia pernah membuatkan replika kiswah ka’bah yang dijualnya senilai Rp 26 juta dengan ukuran menyerupai aslinya.
“Harganya bervariatif, mulai dari Rp 75 ribu itu sekalian figora. Seperti replika kiswah ka’bah itu ada yang Rp 16 juta dan ada yang Rp 26 juta,” pungkasnya.
Reporter : Mochammad Sholeh Sirri
Editor : Dhita Septiadarma



















