Cocok untuk Parcel Lebaran, Pengrajin Tas Anyaman Pandan di Kabupaten Jombang Banjir Pesanan

Cocok untuk Parcel Lebaran, Pengrajin Tas Anyaman Pandan di Kabupaten Jombang Banjir Pesanan

Jombang, SEJAHTERA.CO – Momen Ramadan dan menjelang lebaran tidak hanya membawa berkah spiritual, tetapi juga rezeki bagi Nur Hadi, seorang pengrajin tas dari anyaman pandan di Desa Munungkerep, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang.

 

Tas anyaman pandan buatannya banyak dipesan untuk dijadikan sebagai tas parcel ramadan maupun lebaran. Dalam momen ini, permintaan tas anyaman pandan melonjak secara signifikan.

Read More

Bahkan, dalam tahun 2024 ini, sang pengrajin tas parsel berhasil meraup cuan puluhan juta rupiah. Nur Hadi mengungkapkan bahwa pesanan tas anyaman pandan untuk parcel lebaran telah dipesan oleh pelanggan jauh sebelum Ramadan tiba.

“Alhamdulillah, pesanan sudah meningkat sejak dua bulan sebelum hari raya,” kata Nur Hadi kepada awak media pada Minggu (31/3/2024) siang.

Menurutnya, pesanan tas mengalami peningkatan hingga 100 persen dibandingkan dengan hari-hari biasa. Jika sebelumnya ia membuat 20 hingga 50 tas setiap harinya, sekarang jumlahnya mencapai 200 tas.

“Tas anyaman pandan untuk parcel lebaran menjadi favorit pelanggan,” ungkapnya.

Terkait harga, Nur Hadi menyebut bahwa tas anyaman daun pandan untuk parcel dijual dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat, berkisar antara Rp 10 ribu hingga Rp 75 ribu.

“Sementara omzet penjualan tas ini cukup besar, sekitar Rp 70 juta per bulannya,” tambahnya.

Salah satu pelanggan, Anggi, sengaja memilih untuk membeli tas secara langsung di lokasi pembuatan. Menurutnya, tas anyaman pandan untuk parcel lebaran memiliki keunikan dan daya tarik tersendiri.

“Tas ini unik karena terbuat dari anyaman pandan. Saya pesan seharga 12 ribu rupiah dan akan diberikan kepada keluarga dan saudara pada lebaran nanti,” tutupnya.

Kesuksesan bisnis tas anyaman pandan Nur Hadi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal, dengan meningkatnya kesempatan kerja dan pengembangan industri kerajinan lokal.

Reporter : Agung Pamungkas

Editor : Gimo HadiwibowO

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *