Batu, SEJAHTERA.CO – Cuaca ekstrem benar-benar menghantam Kota Batu tanpa ampun. Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi Rabu (4/3/2026) petang sekitar pukul 18.30 WIB memicu bencana pohon tumbang di berbagai titik.
Data sementara dari BPBD Kota Batu mencatat sedikitnya 31 pohon tumbang di 11 titik lokasi, tersebar di Kecamatan Batu dan Bumiaji.
Dampaknya tak hanya melumpuhkan arus lalu lintas, namun juga mengganggu jaringan listrik dan telekomunikasi warga.
Sejumlah ruas jalan yang terdampak di antaranya Dusun Keliran Desa Bulukerto, Jalan Semeru Kelurahan Sisir, Jalan Trunojoyo dan Melati Kelurahan Songgokerto.
Baca Juga :Menu Ramadan Tak Sesuai Standar, Belasan SPPG di Jawa Timur Ditutup Salah Satunya di Nganjuk
Jalan Dewi Sartika Kelurahan Temas, Jalan Abdul Gani Atas dan Ikhwan Hadi Kelurahan Ngaglik, Jalan Panglima Sudirman Desa Pesanggrahan, Jalan Raya Sumberbrantas, hingga Jalan Argomulyo Desa Gunungsari.
Wilayah terparah tercatat berada di Kelurahan Ngaglik dan Desa Gunungsari dengan masing-masing delapan pohon tumbang.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Batu, Suwoko, mengatakan pihaknya masih melakukan pendataan lanjutan, termasuk dampak terhadap rumah warga.
“Untuk dampak rumah akan dilakukan kaji cepat Kamis (5/3/2026), termasuk dampak lain yang belum terlaporkan,” ujarnya, Kamis (5/3/2026).
Insiden paling serius terjadi di Kelurahan Songgokerto. Dua pohon besar tumbang dan menimpa dua mobil pikap yang tengah melintas.
Baca Juga :Penuh Haru, 70 Warga Binaan Lapas Tulungagung Bisa Buka Puasa Bersama Keluarganya
“Laporan menyebutkan pengemudi dan penumpang selamat, namun kendaraan mengalami kerusakan,” jelasnya.
Tak hanya itu, angin kencang juga dilaporkan merusak atap sejumlah rumah. Hingga Rabu malam, jumlah pasti rumah terdampak masih dalam proses pendataan.
Dampak lain yaitu sempat melumpuhkan akses jalan, petugas bergerak cepat melakukan penanganan darurat.
Evakuasi dilakukan secara terpadu melibatkan BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Dinas PUPR, TNI, Polri, Basarnas, PLN, Telkom, PMI, serta relawan.
Langkah yang dilakukan meliputi pemotongan dan evakuasi batang pohon, pengaturan sistem buka-tutup jalan, hingga evakuasi kendaraan terdampak.
Suwoko menegaskan, cuaca ekstrem ini sebenarnya sudah diprediksi sebelumnya.
“Cuaca ekstrem ini telah diperingatkan melalui rilis dini potensi cuaca ekstrem periode 1–10 Maret 2026,” tandasnya.
BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan lebat dan angin kencang yang masih berpeluang terjadi beberapa hari ke depan.
Warga diminta berhati-hati saat berkendara, tidak berteduh di bawah pohon besar, serta segera melapor jika terjadi kondisi darurat.
Hingga berita ini diturunkan, pendataan korban dan kerusakan masih terus dilakukan.



















