Datangkan Pelatih dari Jepang Satoru Mochizuki, PSSI Segera Gelar Turnamen Putri Usia Muda U 10 dan U 14, Siapa Mau Ikut

Jakarta, SEJAHTERA.CO – Timnas Indonesia Wanita, utamanya dalam sepakbola, sepertinya belum mmbuat Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, bertepuk dada.

 

Timnas Indonesia Wanita yang selama ini ditangani Pelatih Rudy Eka Priambada, sepertinya belum banyak bicara di Piala Asia 2022 lalu dibandingkan Philipina, Thailand dan Australia.

Read More

Namun Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyatakan, Timnas Indonesia Wanita tengah berada di momentum positif untuk ditingkatkan prestasi dan kualitasnya.

 

Menurut Erick Thohir, keberadaan beberapa pesepak bola putri yang bermain di luar negeri dan persaingan sepak bola wanita di Asia Tenggara serta Asia yang masih kompetitif membuat peluang Timnas Indonesia Wanita   mencetak prestasi, seperti halnya timnas putra, terbuka lebar.

Hal itu diungkapkan Erick Thohir saat penandatangan kontrak antara PSSI dan Satoru Mochizuki,  pelatih sepak putri Indonesia asal Jepang di Jakarta, Selasa (20/2).

 

Satoru Mochizuki yang dikontrak untuk masa dua tahun itu pernah memperkuat klub liga 1 Japan Soccer League, Urawa Reds dan Kyoto Purple Sanga, serta klub divisi dua, Nippon Kokan di awal karier sepak bolanya.

“Penunjukan ini agar sepak bola putri kita juga bangkit dan membuktikan bahwa kami di PSSI tidak hanya fokus di putra saja,” katanya.

Mengapa langsung timnas? “Karena saat ini, timnas putri kita punya pemain-pemain yang secara kualitas baik, dengan ada beberapa main di liga luar negeri. Jadi momentumnya lagi bagus dan harus kita manfaatkan,” jelas Erick Thohir.

 

Saat ini, sejumlah pemain Timnas Putri Indonesia tengah meniti karier di luar negeri.

Mereka terdiri dari Helsya Maeisyaroh, Sheva Imut, Shafira Ika yang memperkuat klub tier 4 Jepang, FC Ryukyu Ladies.

Kemudian ada pula Fani Supriyanto yang membela klub divisi satu Liga Putri Arab Saudi, Al Hammah.

 

Timnas Putri Indonesia terakhir mencetak prestasi lolos ke Piala Asia Wanita 2022. Namun, Safira Ika Puteri cs, gagal melaju ke fase gugur.

Meski saat ini PSSI fokus pada timnas putri, namun Erick Thohir menyatakan tidak melupakan sisi pembinaan.

Untuk mendukung kompetisi atau liga sebagai kunci pembinaan, PSSI tengah menyusun cetak biru kompetisi wanita dari usia muda, sebelum menggulirkan Liga 1.

 

“Salah satunya, akhir bulan ini akan digelar turnamen Putri Usia Muda U 10 dan U 14. Ini awal karena harus dimulai dari usia 9, 12, dan 14, yang menandakan pembinaan dari bawah,” kata dia.

“Lalu dibuat zona-zona yang diikuti klub, sehingga baru bisa dijadikan liga. Turnamen muda ini bisa menyalurkan kompetisi dan menampung bakat sepakbola wanita kita,” ucap Erick.

Sekadar diketahui, Pelatih Timnas Indonesia Wanita, Rudy Eka menyebut bahwa pentas Piala Asia Wanita 2022 menjadi ajang timnya mencari pengalaman di level atas.

 

Seperti dilansir bola.net, Timnas Indonesia Wanita tersingkir di penyisihan grup dengan catatan cukup buruk.

Tim asuhan Rudy Eka kebobolan total 28 gol dan tak bisa mencetak gol sama sekali dalam tiga yang dilakoni.

“Kami kebobolan banyak gol selama turnamen, tapi ada banyak juga pelajaran yang tim ini dapat. Mudah-mudahan bisa kami manfaatkan di masa mendatang,” ujarnya.

 

Pada laga pamungkas Grup B Piala Asia Putri 2022, Timnas Indonesia Putri takluk 0-6 dari Filipina, di Shiv Chhatrapati Sports Complex, Pune, India, Kamis (27/1/2022).

Kekalahan tersebut ‘melengkapi’ dua hasil sebelumnya, di mana Timnas Indonesia Putri ditekuk Australia 0-18 dan Thailand 0-4. Kendati begitu, Rudy menilai seluruh pemain sudah bertarung sekuat tenaga.

Editor: Gimo Hadiwibowo

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *