Kediri, SEJAHTERA.CO – Adanya lima siswa SD di wilayah Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri yang keracunan makan bergizi gratis atau MBG menjadi perhatian serius DPRD Kabupaten Kediri.
Sekalipun kondisi lima siswa berangsur membaik, dewan berharap kualitas makanan dan hygines SPPG harus diperhatikan secara serius agar penerima manfaat MBG terhindar dari keracunan.
Dodi Purwanto Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Kediri mengatakan, program MBG sejatinya lahir dari niat yang baik, membantu anak-anak Indonesia untuk mendapatkan asupan gizi yang cukup agar tumbuh sehat, cerdas, dan berprestasi.
Tujuannya adalah negara hadir untuk menyehatkan rakyatnya melalui penyediaan makanan bergizi yang dapat diakses semua kalangan, terutama masyarakat berpenghasilan rendah.
Akan tetapi, siapa bisa menebak, program yang awalnya penuh pujian itu justru berubah menjadi bencana ketika sejumlah penerima manfaat program MBG termasuk anak-anak sekolah, dilaporkan mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi makanan dari program tersebut.
“Banyak ditemukan makanan yang diberikan tidak sesuai dengan nominal yang dianggarkan, bahkan banyak pula yang tidak di konsumsi alias terbuang,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).
Dodi menambahkan, masyarakat terheran-heran, pemerintah dan pengelola program sibuk mencari siapa yang salah. Terdapat akar masalah yang jauh lebih mendalam. Program yang dirancang untuk menyehatkan justru membahayakan.
Baca Juga :Tulungagung Usulkan Perbaikan 60 Km Jalan Lewat Program IJD 2026
“Kalau boleh berpendapat, akar masalahnya tidak terletak pada niat atau pendanaan, melainkan pada kurangnya pengawasan pengelolaan manajemen, khususnya pada aspek pengendalian atau controlling kualitas bahan pangan dan perlunya kontrol ketat penyehatan lingkungan SPPG,” ujarnya.



















