Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Dua jemaah haji asal Tulungagung dilaporkan meninggal dunia saat menjalankan ibadah haji di Tanah Suci. Keduanya diduga meninggal akibat dehidrasi dan akan dimakamkan di Makkah, Arab Saudi.
Baca juga:Pembangunan JLS Brumbun-Sine Tulungagung Hampir Tuntas, Progres Capai 98,5 Persen
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung, Suryani, mengatakan pihaknya menerima kabar duka meninggalnya dua jemaah haji asal Tulungagung. Kabar pertama diterima pada Selasa (26/5/2026), yakni terkait wafatnya Subagyo Prapto Wiyarjo, warga Desa/Kecamatan Rejotangan.
Sebelum meninggal dunia, almarhum diketahui telah berada di Arafah untuk menjalankan ibadah wukuf. Namun, di tengah pelaksanaan wukuf, almarhum sempat menuju kamar mandi. Setelah kembali, kondisinya terlihat sangat lemas dan tidak mampu melanjutkan ibadah hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia oleh petugas kesehatan.
“Almarhum sudah berada di Arafah untuk menjalani wukuf. Di tengah pelaksanaan ibadah sempat ke kamar mandi, namun setelah itu kondisinya menurun dan dinyatakan meninggal dunia. Almarhum berusia 65 tahun,” kata Suryani, Kamis (28/5/2026).
Menurut Suryani, dua hari sebelum berangkat ke Arafah, almarhum sempat mendapatkan perawatan infus karena mengalami kondisi lemas. Namun saat menuju Arafah, kondisinya dinilai sudah membaik sehingga tetap dapat mengikuti rangkaian ibadah.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, almarhum diduga meninggal akibat dehidrasi saat menjalani ibadah wukuf. Karena telah melaksanakan wukuf, status ibadah hajinya tetap sah. Adapun rangkaian ibadah lain yang belum sempat dijalankan akan dibadalkan oleh petugas resmi.
“Rangkaian ibadah seperti mabit, lempar jumrah, tawaf ifadah, dan sa’i untuk menyempurnakan ibadah haji almarhum nantinya akan dibadalkan oleh petugas resmi negara,” ujarnya.
Baca juga:Sapi Kurban Presiden Bernama Fajar Dibeli Rp132 Juta dari Peternak Tulungagung
Suryani menambahkan, pihaknya kembali menerima kabar duka pada Rabu (27/5/2026). Jemaah yang meninggal dunia tersebut adalah Jani Marni, warga Desa Jeli, Kecamatan Karangrejo, Tulungagung.
Almarhumah dilaporkan meninggal dunia setelah tiba di Mina usai menjalani wukuf di Arafah. Berdasarkan informasi dari tim medis, penyebab kematian juga diduga karena dehidrasi. Namun, pihaknya belum menerima keterangan lebih rinci mengenai aktivitas yang dilakukan almarhumah sebelum meninggal.
Atas kejadian tersebut, Suryani mengimbau seluruh jemaah haji asal Tulungagung untuk menjaga kondisi tubuh dan mencukupi kebutuhan cairan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
“Memang semua berkaitan dengan takdir Allah. Namun kami mengimbau seluruh jemaah agar tetap terhidrasi dengan rutin minum air putih dan menjaga kondisi kesehatan selama menjalankan ibadah haji,” pungkasnya.



















