Dua Minggu Pertama, KPU Kota Kediri Targetkan Coklit 100 Persen 

Dua Minggu Pertama, KPU Kota Kediri Targetkan Coklit 100 Persen
Petugas pantarlih saat melakukan pencocokan dan penelitian (burhan/sejahtera.co)

Kediri, SEJAHTERA.CO – Usai melantik Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih), Senin (24/6/2024), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kediri serentak melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4).

Baca Juga :Tangkap Peluang Ekspor Tanaman Hias

Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) Kota Kediri saat ini mencapai 222 ribu orang. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kediri mentargetkan, dua minggu pertama tercoklit 100 persen.

Read More

Kegiatan coklit ini bagian penting dari persiapan Pilkada serentak 2024, diharapkan dapat meningkatkan partisipasi pemilih.

Kasubbag Hukum dan Pengawasan KPU Kota Kediri, Henny Nurdiany mengatakan, penyelesaian coklit di wilayah Kota Kediri ditargetkan dua minggu pertama 100 persen,  tepatnya pada Minggu (7/7/3024).

“Sedangkan 2 pekan terakhir atau minggu ke 3 dan 4 untuk verifikasi ,” ujar Kasubbag Hukum dan Pengawasan KPU Kota Kediri Henny Nurdiany, Senin (1/7/2024).

Baca Juga :HUT ke-53 GOW, Pj Wali Kota Kediri Zanariah Harapkan Keberagaman Jadi Kekuatan GOW 

Sejauh ini, proses coklit tersebut berjalan dengan baik dan sesuai dengan target seperti mendatangi rumah warga.

Dia menyebut, petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) bekerja secara intensif demi memastikan semua data pemilih akurat.

“Nanti di minggu ke dua semua proses coklit harus selesai, namun kita juga tidak tahu kendala di lapangan dengan kondisi geografis tiap daerah berbeda dan datanya harus diinput ke aplikasi e-coklit juga,” ucapnya.

Ia menyebut, ada tantangan-tantangan yang dilakukan petugas pemutakhiran data pemilih mulai dari tidak ketemu orangnya saat mendatangi rumah warga hingga terkendala cuaca hujan atau aplikasi e-coklit dalam gangguan atau lambat karena  banyak yang menggunakan di waktu yang  sama.

Baca Juga :Jalan Sehat Peringatan Hari Keluarga Nasional ke-31, Pj Wali Kota Kediri: Momentum Mempererat Ikatan Keluarga

Namun, Henny Nurdiany itu memastikan bahwa “Pantarlih ini berasal dan bekerja di kelurahannya masing-masing dan paham kondisi wilayahnya. Misalnya saat datang ke rumah warga pada pagi hari tidak ada orang, mereka bisa datang kembali siang ataupun malam,” ungkapnya.

Sementara itu, coklit di wilayah Kelurahan Mojoroto, Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) Kelurahan Mojoroto, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri berjumlah 11.229 orang. “Sampai saat ini sudah tercoklit 7.786 orang  atau 69.3 persen,” ungkap  Irham PPS Kelurahan Mojoroto, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.

Sedangkan jumlah petugas Pantarlih di Kelurahan Mojoroto terdapat 40 orang dari 20 TPS. Sampai saat ini, tantangan Pantarlih saat coklit ke rumah tidak ada orang, kemungkinan kerja atau pindah rumah.

Baca Juga :Inflasi Kota Kediri Terendah Se-Jawa Timur, Imbas dari Penurunan Harga Berbagai Komoditas

“Terutama daerah yang terdampak tol, warganya pindah tempat, tapi karena petugas Pantarlih adalah warga setempat  dibantu koordinasikan PPS dengan RT/RW, proses coklit dapat tertangani dengan baik,” ujarnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *