Gempa 6,4 Magnitudo di Pacitan, Sejumlah Rumah Warga Ponorogo Rusak

Gempa 6,4 Magnitudo di Pacitan, Sejumlah Rumah Warga Ponorogo Rusak
Rumah salah satu warga yang rusak akibat gempa.(foto: istimewa)

Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Gempa bumi berkekuatan 6,4 magnitudo yang mengguncang wilayah Pacitan, Jumat (6/2/2026) dini hari, turut berdampak hingga Kabupaten Ponorogo. Sejumlah rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan, meski tidak menimbulkan korban jiwa.

Salah satu rumah yang terdampak berada di Desa Bogem, Kecamatan Sampung. Pemilik rumah, Milan Sayekti, mengaku terkejut setelah mendengar suara keras dari arah belakang rumah sesaat setelah gempa terjadi.

“Saya dengar seperti ada atap roboh. Pas dicek, ternyata bagian belakang rumah jebol. Kurang lebih seperempat atap rusak,” ungkap Milan Sayekti.

Read More

Meski bagian rumah tersebut tidak digunakan untuk aktivitas sehari-hari, Milan mengaku khawatir jika kerusakan dibiarkan terlalu lama. Pasalnya, di area tersebut terdapat instalasi kabel listrik yang berpotensi membahayakan.

Baca Juga :Pendapatan Anjlok hingga 70 Persen, Sopir Bus Mini Audiensi dengan Dishub Ponorogo

“Kalau dibiarkan terbuka kan rawan korsleting. Itu yang bikin waswas,” imbuhnya.

Kerusakan serupa juga dialami Paniyem, warga Kelurahan Surodikraman, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo. Dinding rumah bagian belakang yang terbuat dari batu bata dilaporkan ambrol akibat guncangan gempa.

Paniyem mengaku saat gempa terjadi dirinya masih berada di dalam rumah dan baru mengetahui kondisi rumahnya setelah dipanggil tetangga.

“Kula tasih ten lebet, lenggahan neng kasur pas wonten gempa. Terus diceluk-i tetangga, akhire kula medal, la kok wis ambruk,” tuturnya.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun sejumlah perabot rumah tangga milik warga dilaporkan rusak dan tidak dapat digunakan karena tertimpa reruntuhan bangunan.

Baca Juga :Rawan Roboh Usai Gempa, SD Negeri 1 Talunkulon Tulungagung Diusulkan Segera Diperbaiki

Seperti diketahui, gempa tektonik mengguncang wilayah Pacitan pada Jumat (6/2/2026) sekitar pukul 01.06 WIB. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut merupakan gempa megathrust yang berpusat di laut.

Episentrum gempa berada di koordinat 8,98 derajat Lintang Selatan dan 111,18 derajat Bujur Timur, atau sekitar 89 kilometer tenggara Pacitan, dengan kedalaman mencapai 58 kilometer.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *