Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Event Grebeg Suro dan Festival Nasional Reyog Ponorogo (FNRP) tahun ini akan kembali akan digelar pada bulan Juli. Diklaim event berskala nasional tersebut akan lebih meriah dan berbeda dibandingkan dengan tahun tahun sebelumnya.
Pasalnya, tahun ini Pemkab Ponorogo melalui Disbudparpora akan menggandeng event organizer (EO) nasional yakni Local Hero Motivation (Lokomotiv). Selain itu tahun ini Grebeg Suro juga hanya akan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) senilai Rp 450 juta.
“Tahun ini kami hampir tidak menggunakan APBD, makanya kita perlu berinovasi tapi secara kualitas jauh lebih baik dari tahun tahun sebelumnya,” ungkap Kepala Disbudparpora Kabupaten Ponorogo, Judha Slamet Sarwo Edi, Kamis (25/4/2024).
Judha mengatakan nantinya anggaran yang digunakan untuk penyelenggaraan grebeg suro akan menggunakan sistem sharing bersama EO. Artinya seluruh keperluan maupun penyelenggaraan seluruh rangkaian acara berada di EO yang telah ditunjuk.
“Kami ingin kerjasama dengan EO yang peduli Ponorogo, mau diajak kerjasama menggelar atau menghelat event grebeg suro dengan kondisi anggaran yang terbatas,” paparnya.
Dirinya juga menyebut jika estimasi penyelenggaraan grebeg suro tahun ini menelan anggaran sekitar Rp 5,2 miliar. Jumlah tersebut untuk sebanyak 25 kegiatan mulai awal hingga akhir penutupan. Selain itu, kerjasama dengan sejumlah sponsor juga tengah dijajaki agar kegiatan bisa berjalan sesuai harapan.
“Anggaran kita cuma 5 persen dari kebutuhan, sehingga diharapkan EO yang kita tunjuk bisa mengemas event ini dan menyakinkan calon sponsor untuk kerjasama,” tegas Judha.
Meskipun hanya menggunakan 5 persen anggaran dari total kebutuhan, Judha berharap event grebeg suro tahun ini bisa berjalan dengan lancar dan dapat memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi maupun pariwisata di Ponorogo.
“Mudah mudahan Grebeg Suro tahun ini lebih meriah meskipun anggaran yang APBD terbatas, dan mohon doa restu serta dukungannya agar acara ini sesuai dengan harapan masyarakat Ponorogo,” pungkasnya.
Reporter : Sony Dwi Prastyo
Editor : Gimo Hadiwibowo



















