Kotoran Burung Kuntul Ganggu Alun-Alun Blitar, Pemkot Pakai Cara Tradisional

kuntul tulungagung
Petugas ketika memasang kaleng yang bertali untuk membuat kaget burung blekok. (foto: abdul aziz wahyudi)

Blitar, SEJAHTERA.CO – Keberadaan ratusan burung kuntul atau blekok yang kerap bertengger di pohon beringin Alun-Alun Kota Blitar mulai dikeluhkan. Kotoran burung yang jatuh ke area publik membuat sejumlah fasilitas, termasuk jalur jogging, menjadi kotor.

Baca juga:Diduga Korsleting Listrik, Kandang Ayam 5 Ribu Ekor di Blitar Hangus Terbakar

Keluhan tersebut disampaikan Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin. Ia mengakui banyak warga merasa terganggu, mengingat alun-alun merupakan ruang publik untuk berolahraga dan bersantai.

Read More

“Keluhan itu wajar, karena alun-alun ini tempat masyarakat beraktivitas. Tapi ada kotoran burung yang menempel di sejumlah fasilitas,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).

Menurutnya, fenomena burung kuntul yang menjadikan pohon beringin sebagai tempat singgah bukan hal baru. Kondisi ini sudah berlangsung puluhan tahun. Pada malam hari, burung-burung tersebut bertengger dan bersarang di pohon, sementara siang hari mencari makan di luar kawasan.

Permasalahan muncul saat burung berada di atas pohon dan membuang kotoran yang kemudian jatuh ke bawah. Dampaknya, kotoran tersebut mengenai jalur jogging, kendaraan, kanopi, hingga tempat duduk di sekitar alun-alun.

Syauqul menilai keberadaan burung tersebut memiliki sisi positif dan negatif. Dari sisi positif, hal itu menjadi indikator lingkungan Kota Blitar masih cukup baik sehingga menjadi habitat bagi satwa. Namun di sisi lain, kotorannya mengganggu kenyamanan masyarakat.

“Tidak bisa dimusnahkan karena melanggar aturan. Yang bisa dilakukan hanya pengendalian,” jelasnya.

Sebagai langkah penanganan, Pemkot Blitar menggunakan cara sederhana dan tidak menyakiti hewan. Salah satunya dengan memasang kaleng berisi batu atau besi yang digantung di pohon.

Saat burung berkumpul dalam jumlah banyak, kaleng tersebut ditarik sehingga menimbulkan suara keras untuk mengusir burung sementara.

“Ini cara tradisional, hanya untuk membuat burung menjauh sementara tanpa menyakiti,” tambahnya.

Baca juga:Polres Blitar Gelar Police Go To School dalam Upacara Hari Kartini

Kaleng-kaleng tersebut dipasang di beberapa titik pohon yang menjadi lokasi utama burung bertengger. Saat aktivitas warga meningkat, alat itu akan dibunyikan agar burung berpindah sementara dan area di bawahnya tetap nyaman digunakan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *