Harga Cabai Stabil Rp35 Ribu per Kg, Petani Kediri Waspadai Virus Kuning

Petani cabai kabupaten Kediri periksa kondisi cabai yang ditanamnya.
Petani cabai kabupaten Kediri periksa kondisi cabai yang ditanamnya.(foto: bakti wijayanto)

Kediri, SEJAHTERA.CO – Musim kemarau yang berlangsung saat ini membuat harga cabai di Kabupaten Kediri masih relatif stabil di kisaran Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram. Namun, petani tetap mewaspadai ancaman serangan virus kuning yang dapat menurunkan kualitas hingga menyebabkan gagal panen.

Baca juga:Jalan Perbatasan Srikaton-Sambi Rusak Parah, Warga Minta Pemkab Kediri Segera Bertindak

Petani cabai asal Kecamatan Ringinrejo, Edi Pramono, mengatakan musim kemarau menjadi waktu yang rawan bagi tanaman cabai terserang virus kuning yang disebabkan oleh hama kutu-kutuan.

Read More

Serangan tersebut biasanya bermula dari bagian daun, kemudian menjalar ke batang hingga buah cabai. Jika tidak segera ditangani, tanaman dapat mengalami kerusakan bahkan mati.

“Kutu-kutuan ini penyebarannya cepat. Awalnya menyerang daun, kemudian batang hingga akhirnya mengenai buah cabai. Jika dibiarkan, seluruh tanaman bisa mati dan petani mengalami kerugian,” ujar Edi.

Menurutnya, buah cabai yang terserang virus kuning akan mengalami perubahan warna, muncul bercak hitam, kemudian membusuk. Kondisi tersebut membuat kualitas cabai menurun sehingga harga jual ikut terdampak.

Menghadapi kondisi cuaca panas dan kemarau panjang, Edi mengaku meningkatkan pengawasan terhadap tanaman cabainya. Perawatan dilakukan sejak masa tanam, pemupukan, pemeliharaan, penyemprotan hama hingga menjelang panen.

Langkah tersebut dilakukan agar tanaman tetap sehat dan produktivitas cabai tetap terjaga.

Baca juga:POSSI Kabupaten Kediri Perkuat Regenerasi Atlet Selam, Bidik Pelajar Berpotensi

“Kami mengajak petani cabai untuk lebih waspada terhadap virus kuning yang cepat menyebar. Perawatan harus dilakukan secara maksimal agar tanaman tetap produktif,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *