Jombang, SEJAHTERA.CO – Menjelang bulan suci Ramadan, peternak ayam petelur di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, merasakan berkah tersendiri. Harga telur ayam mengalami kenaikan signifikan, sehingga mendatangkan keuntungan lebih bagi para peternak.
Salah satu peternak yang merasakan dampak positif ini adalah Aditya Rahmad, seorang peternak ayam petelur asal Desa Alang-Alang Caruban, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang.
Menurutnya, harga telur ayam saat ini telah mencapai Rp27.000 per kilogram. Naik dari harga sebelumnya yang berkisar antara Rp24.000 hingga Rp25.000 per kilogram.
Baca Juga :Harga Telur di Ponorogo Naik Ugal-ugalan, Masyarakat Pilih Beli Langsung dari Peternak
“Kenaikan harga ini sudah terjadi sejak sepekan terakhir, dan menurut saya tren kenaikan harga menjelang Ramadan merupakan hal yang biasa terjadi,” ungkapnya, Selada (25/2/2025).
Selain meningkatnya permintaan dari masyarakat, faktor lain yang mempengaruhi kenaikan harga telur adalah harga pakan yang terus mengalami fluktuasi.
“Saat ini, harga pakan ayam mencapai Rp5.000 per kilogram, naik dari sebelumnya yang masih di kisaran Rp4.000 per kilogram,” tambahnya.
Aditya yang memiliki sekitar 350 ekor ayam petelur mampu memanen sekitar 16 kilogram telur setiap harinya. Dengan jumlah produksi tersebut, ia dapat meraup keuntungan bersih hingga Rp4 juta per bulan dari usahanya yang telah ia tekuni sejak tahun 2018.
Baca Juga :Mayat Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan Warga di Sungai Serinjing Kediri
“Alhamdulillah, kenaikan harga telur ini membawa berkah bagi kami para peternak. Meskipun harga pakan juga naik, namun dengan permintaan yang tinggi menjelang Ramadan, kami tetap bisa mendapatkan keuntungan yang lebih baik,” ungkap Aditya
Para peternak berharap harga telur tetap stabil dan tidak mengalami penurunan drastis setelah Ramadan, sehingga mereka tetap bisa merasakan keuntungan dari usaha yang mereka jalankan.



















