Hari Kelima Pencarian Santri Kediri Hilang di Pantai Pangi Masih Nihil, Terkendala Ombak Tinggi

Petugas gabungan saat menyusuri bibir pantai Pangi untuk mencari keberadaan salah satu santri yang amblas ditelan ombak.
Petugas gabungan saat menyusuri bibir pantai Pangi untuk mencari keberadaan salah satu santri yang amblas ditelan ombak.(foto: istimewa)

Blitar, SEJAHTERA.CO – Memasuki hari kelima, proses pencarian santri asal Kabupaten Kediri yang hilang setelah terseret ombak di Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar, terus dilakukan. Namun hingga Senin (15/6/2026), korban berinisial Hr (9) masih belum ditemukan.

Baca juga:Dukung Ketahanan Pangan, Polisi di Blitar Turun Tangan Dampingi Petani

Kepala Seksi Humas Polres Blitar, Aipda Muheni, mengatakan tim gabungan kembali melanjutkan pencarian dengan membagi personel ke dalam tiga kelompok. Dua tim melakukan penyisiran melalui jalur laut, sedangkan satu tim lainnya menyusuri kawasan pantai dan tebing di sekitar lokasi kejadian.

Read More

“Tim gabungan sejak pagi terus bergerak ke arah timur dan barat dari lokasi kejadian. Bahkan area pencarian diperluas hingga radius lima kilometer dari titik awal korban diduga terseret ombak,” katanya, Senin (15/6/2026).

Muheni menjelaskan, tim yang bertugas di laut menggunakan perahu dan dibantu nelayan setempat yang mengoperasikan perahu jungkung. Perahu berukuran kecil tersebut dinilai lebih lincah dan mampu digunakan untuk menyisir area pantai yang sulit dijangkau.

Pencarian dilakukan sepanjang pesisir Kecamatan Bakung dan diperluas hingga kawasan Pantai Tambakrejo di Kecamatan Wonotirto.

“Kami juga telah berkoordinasi dengan paguyuban nelayan. Apabila menemukan sesuatu yang mencurigakan atau diduga berkaitan dengan korban, kami berharap segera dilaporkan kepada petugas,” ujarnya.

Selama proses pencarian, tim gabungan menghadapi sejumlah kendala, terutama kondisi cuaca dan gelombang laut yang cukup tinggi. Petugas beberapa kali harus berhadapan dengan ombak setinggi sekitar dua meter saat melakukan penyisiran di laut.

Menurut Muheni, kondisi tersebut dipengaruhi musim angin yang saat ini terjadi di kawasan Pantai Selatan. Karena itu, seluruh personel diminta tetap mengutamakan keselamatan selama proses pencarian berlangsung.

Baca juga:Dukung Ketahanan Pangan, Polisi di Blitar Turun Tangan Dampingi Petani

“Kami mohon doa dari masyarakat agar korban segera ditemukan,” harapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kegiatan outing class yang diikuti santri dari salah satu pondok pesantren di Desa Sekoto, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, berakhir duka. Saat berwisata di Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar, tiga santri terseret ombak Pantai Selatan pada Kamis (11/6/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, rombongan berangkat dari pondok pesantren pada pagi hari dan tiba di lokasi sekitar pukul 10.30. Sebanyak 10 santri mengikuti kegiatan tersebut dengan didampingi seorang ustazah.

Saat berada di kawasan tebing pantai, tiga santri terseret ombak. Mereka adalah AZ (11), santri laki-laki, dan AM (10), santri perempuan, yang berhasil menyelamatkan diri setelah berenang ke tepi pantai dan mendapat pertolongan warga serta nelayan setempat.

Sementara itu, Hr (9), santri perempuan, hilang terseret ombak dan hingga kini masih dalam pencarian tim gabungan. Dua korban yang selamat sempat menjalani perawatan di puskesmas, sedangkan satu korban lainnya belum ditemukan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *