Blitar, SEJAHTERA.CO – Hujan deras berjam-jam yang menempa wilayah Kabupaten Blitar berakhir bencana. Selain mengakibatkan longsor, hujan juga membuat banjir dan mengakibatkan puluhan rumah rusak hingga jembatan amblas.
Baca Juga :Puncak Musim Hujan Selama Tiga Bulan, Ini Kata BPBD Kabupaten Kediri
Informasi yang berhasil dihimpun hujan deras turun pada mulai Sabtu malam sekitar pukul 19.00 (30/11) hingga berlanjut pada Minggu (1/12/2024). Lama hujan hingga tiga jam lebih. Wilayah yang terdampak hujan yang menimbulkan longsor dan banjir tersebar di berbagai kecamatan. Utamanya wilayah timur dan utara Kabupaten Blitar.
“Sampai saat ini petugas masih berada di lokasi. Belum ada laporan korban jiwa,” kat Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Blitar, Ivong Bettryanto.
Dia mengatakan, wilayah deras yang terdampak bencana di antaranya Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Desa Selorejo, Kecamatan Selorejo, Desa Ngadirenggo, Kecamatan Wlingi, Desa Sambigede, Kecamatan Binangun.
Baca Juga :Partisipasi Pilkada 2024 Minim, Ini Kata Pengamat Politik UBHI Tulungagung
Ada pula Desa Kedungwungu Kecamatan Binangun, Desa Birowo, Kecamatan Binangun dan Desa Wates di Kecamatan Wates. Di Desa Krisik, Kecamatan Gandusari ada dua rumah yang terkena longsor. Di Desa Selorejo, Kecamatan Selorejo longsor menimpa dinding SMK setempat. Di Desa Ngadirenggo, Kecamatan Wlingi longsoran menimpa jalan.
Selain longsor, ada juga bencana banjir. Utamanya di Desa Sambigede, Kecamatan Binangun ada lima rumah terendam banjir dari Kalijati. Sementara rumah lantaran terendam banjir Kali Lemon ada 21 rumah. Rata-rata terendam air ada pula 1 rumah yang amblas alias hanyut total.
Yakni rumah milik Marsim di RT 04 RW 05. Selain itu rumah rusak berat ada 1 milik Kosit warga RT0 4 RW 05. Ada pula kandang kambing dan bebek roboh.
Baca Juga :Akibat Korsleting Listrik, Rumah Warga Tulungagung Hangus Terbakar, Kerugian Capai Rp 50 Juta
“Rumah hanyut 1 dan rumah roboh 1. Saat kejadian penghuni sudah menyelamatkan diri,” katanya.
Di Desa Kedungwungu, Kecamatan Binangun juga terdampak banjir. Rumah sempat terendam Kali Kebo. Di Dusun Kedungrejo, Desa Kedungwungu ada tujuh rumah yang terendam air hingga 1,5 meter.
Di Dusun Kedungwungu, Desa Kedungwungu terendam Kali Kebo ada lim rumah termasuk 1 unit SPBU mini. Di Desa Birowo, Kecamatan Binangun lima rumah terendam banjir akibat luapan Sungai Birowo. Di Dusun Kalijinggo, Desa Birowo, Kecadmatan Binangun ada 17 rumah yang sempat terendam.
Bahkan, pemakaman umum juga terdampak banjir hingga nisan ikut amblas porak poranda. “Selain itu ada belasan kambing juga hilang terbawa arus banjir,” jelasnya.
Baca Juga :Antisipasi Penyalahgunaan, Senpi Anggota Polres Jombang Diperiksa
Banjir juga merusak infrastruktur. Di antaranya di Desa Wates, Kecamatan Wates, empat jembatan dan 3 rumah terdampak banjir. Empat jembatan yang rusak dan tak bisa dilewati. Di Dusun Mojorejo, Desa Mojorejo, Kecamatan Wates juga ada empat rumah yang terkena banjir dan 1 rumah terkena longsoran.
Di Desa Pagergunung, Kecamatan Kesamben juga ada tanah longsor menimpa tembok dapur rumah Waluyo Dusun Pehlumbu Desa Pagergunung. Tanah longsor di Jalan penghubung Sumbernanas. Ada pula longsor dan banjir yang sempat menggenangi jalur kereta api antara Stasiun Kesamben dengan Stasiun Pohgajih hingga membuat tiga perjalanan kereta api terganggu.
Baca Juga :Enam Kecamatan di Malang Selatan Dikepung Banjir dan Tanah Longsor
Ivong menambahkan, hingga berita ini diturunkan pihaknya bersama instansi terkait masih berada di lokasi. Selain mendata para rumah terdampak juga memberikan bantuan sembako, terpal dan kebutuhan lain. Utamanya warga yang rumahnya tak bisa ditempati lagi.



















