Kediri, SEJAHTERA.CO – Inter Kediri harus berbagi poin dengan Persikasi Bekasi dalam laga perdana Grup J babak 64 besar Liga 4 Nasional. Laga yang berakhir dengan skor 0-0 ini digelar di Stadion Brawijaya Kota Kediri, Selasa (22/4/2025) sore. Kedua tim tampil saling jual beli serangan hingga menciptakan peluang dan memberikan ancaman.
Baca Juga :Polisi Selidiki Kebakaran Mikrolet Modifikasi
Pelatih Inter Kediri, Budiardjo Thalib mengaku, hasil pertandingan ini kurang bagus buat untuk timnya. Namun, pada pertandingan perdana para pemain biasanya nerves dan tegang. Hal itulah yang terjadi di Inter Kediri dengan pemain muda yang mentalnya perlu diasah dan diberikan motivasi.
“Kami kurang beruntung walaupun sama-sama mencuri satu 1 poin,” katanya.
Di babak pertama, Inter Kediri memasukkan Nosi untuk menggantikan Refi. Menurut Budiardjo, pemain jangkung itu dimasukkan sebagai salah satu bentuk strategi karena Nosi pernah bermain di Liga 1 bersama Rans Nusantara.
Hal itu juga membawa dampak positif bagi Inter Kediri memainkan pemain berpengalaman untuk menambah kekuatan dan pertahanan.
Baca Juga :Pelaksanaan CFD Jadi Sorotan, Bupati Tulungagung Minta Dievaluasi
“Di babak pertama kami pakai formasi 3-5-2. Lalu babak kedua pakai formasi 4-3-3, alhamdulillah komposisi permainan jalan dengan pakai tiga center bek,” bebernya.
Ia juga melihat bahwa Persikasi Bekasi di pertandingan tersebut tampil cukup rapi dan bagus secara tim. Namun, Budiardjo mengapresiasi atas perjuangan anak asuhnya yang sudah tampil menunjukkan kemampuan terbaiknya.
“Memang Persikasi ini salah satu tim yang terkuat di grup ini,” ungkap Pelatih asal Makassar ini.
Senada disampaikan Budiardjo Thalib, Galih Akbar menyebut, pertandingan ini pemain memang tampil nerves dan tegang. “Tapi kita balas di pertandingan kedua,” tuturnya.



















