Blitar, SEJAHTERA.CO – Jelang Hari Raya Idul Adha atau kurban, harga hewan kurban merangkak naik. Kenaikan ini dipicu mulai hilangnya sejumlah penyakit yang sempat membuat ketir-ketir para pedagang dan pembeli.
Di Kota Blitar, harga hewan kurban mulai kambing, domba, sapi, lembu hingga kerbau pun naik. Kenaikan pun beragam. Pantauan Koran Memo, rata-rata kenaikan minimal Rp 500 ribu. Bahkan, ada yang naik hingga Rp 5 juta lebih.
“Ya, ini mulai naik harganya. Permintaan tinggi, sementara kadang para pedagang juga mulai kerja keras untuk mencari stok atau persediaan,” kata Mulyanto, salah satu pedagang sapi di Pasar Hewan Dimoro, Kelurahan Kauman, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar, Kamis (22/5/2025).
Baca Juga :Hidupkan Car Free Day, Minggu Ini Wali Kota Blitar Ajak Warga Ikuti CFD Program Gemas
Dia mengatakan untuk kambing misalnya, rata-rata harganya Rp 3 juta lebih. Bahkan ada yang tembus Rp5 juta. Jika biasanya harga Rp3,5 juta sudah cukup besar, kini bisa tembus hingga Rp 4 juta hingga Rp 5 juta.
Begitu juga sapi. Jika biasanya harga per 1 ekor sapi biasa atau untuk hewan layak kurban Rp23 juta, kini bisa sampai Rp28 juta. Bahkan ada yang sampai Rp30 juta, tergantung ukuran dan jenis sapi.
Untuk sapi primadona atau sapi jenis limusin atau Simental, harganya pun bisa tembus Rp80 juta. “Melihat kualitas sapi dan kondisi serta berat. Kalau sapi bagus bisa mahal,” kata Endro Wibowo, pedagang sapi asal Kota Blitar.
Dia mengatakan kenaikan harga hewan kurban ini dipicu karena kondisi pasar. Kekhawatiran soal penyakit mulut dan kuku atau PMK dan penyakit kulit mulai hilang di masyarakat. Ini berbeda dengan hari raya kurban pada 2024 lalu.
Saat itu, para pedagang mengeluh tingkat pembelian menurun drastic. Para pembeli memilih untuk menunda membeli karena ada serangan PMK dan penyakit kuku.
“Kalau sekarang sudah mulai mereda. Sehingga banyak yang membeli untuk hewan kurban,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Blitar, drh Dewi Masitoh, mengakui jelang kurban pihaknya terus sosialisasi dan pengecekan di pasar.
Ini untuk memastikan kondisi hewan kurban sehat dan terbebas dari penyakit. Bukan hanya pengecekan suhu tubuh dan kondisi luar hewan, tetapi juga sosialisasi agar para pedagang atau peternak menjaga kebersihan kandang.



















