Surabaya, SEJAHTERA.CO – Meskipun persiapan Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) dinilai sudah baik oleh FIFA, Erick Thohir meminta kepada seluruh yang terlibat di dalam event internasional Piala Dunia U 17 tidak jumawa.
Erick Thohir meminta atau masih ada yang perlu diantisipasi pada saat menjelang berjalannya pertandingan, Piala Dunia U 17 di Surabaya, seperti keamanan, kemacetan lalu lintas, dan lain sebagainya.
Ini menjadi penilaian dari FIFA sendiri. Insyaallah Presiden FIFA akan hadir di Jakarta tanggal 9 malam, kemudian tanggal 10 datang ke sini, Stadion GBT, tempat gelaran Piala Dunia U 17.
“Dia punya komitmen datang pada saat pembukaan dan penutupan. Pak Presiden (Joko Widodo) juga akan hadir di saat pembukaan dan penutupan,” ungkap Erick Thohir, Minggu (29/10).
Untuk mengantisipasi atau permintaan Erick Thohir, Stadion GBT juga sudah memiliki sistem mandiri pemantauan keamanan dengan menggunakan CCTV beserta ruang kontrolnya.
Menjelang event akbar Piala Dunia U 17, sistem mandiri pemantauan keamanan itu terus disempurnakan. Salah satunya dengan pemasangan tujuh unit kamera CCTV 360 derajat.
Kepala Bidang Keamanan dan Infrastruktur Teknologi Informasi Diskominfo Surabaya, Tri Aji Nugroho, menjelaskan bahwa sistem mandiri pemantauan keamanan itu sudah lama terpasang. Bahkan, selama ini Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sudah memasang sebanyak 123 CCTV di berbagai penjuru stadion.
“Nah, sebagai upaya Pemkot Surabaya untuk lebih meningkatkan pemantauan keamanan di lingkungan stadion, terutama di dalam lapangan, maka Pemkot Surabaya memasang tujuh CCTV baru untuk melakukan pemantauan tribun dan FoP (Field of play) dengan kamera yang bisa berputar 360 derajat yang dipasang di atap tribun GBT,” kata Aji di ruang kerjanya, Jumat (3/11/2023).
Menurutnya, CCTV tribun GBT ini adalah bagian penting dari sistem CCTV yang dimiliki oleh Stadion GBT. Dengan adanya CCTV ini, diharapkan dapat membantu seluruh panitia pelaksana pertandingan untuk memantau dan merekam seluruh peristiwa yang terjadi saat pertandingan, terutama keamanan dari penonton.
“Dengan tujuh unit kamera yang bisa berputar 360 derajat ini, maka ini bisa men-cover dan bisa merekam seluruh area dalam stadion. Dengan pemantauan ini, maka panitia dapat mengetahui kejadian di tribun dan bisa segera melakukan tindakan, seperti kejadian adanya penonton pingsan dan sebagainya,” kata dia.
Ia juga menegaskan bahwa semua kamera itu akan dimonitor oleh petugas melalui ruang kontrol. Di dalam ruang kontrol itu sudah ada monitor besar yang menayangkan hasil sorotan dari semua kamera CCTV.
“Ruang kontrolnya juga pindah, yang awalnya berada di lantai dua, lalu sesuai permintaan FIFA kita pindah ke lantai tujuh. Jadi, sekarang sudah lebih representatif dan sudah siap memonitor dan merekam setiap gerak gerik para penonton yang masuk ke Stadion GBT,” pungkasnya.
Editor: Gimo Hadiwibowo



















