Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Ponorogo terus mengawal proses Reyog untuk disidangkan Unesco di Paraguay, agar diakui menjadi Warisan Budaya Tak Benda.
Terbaru, Kepala Disbudparpora Kabupaten Ponorogo, Judha Slamet Sarwo Edi mendapatkan undangan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk membahas persiapan sidang pada akhir tahun nanti.
“Kemarin dapat undangan rapat untuk membahas persiapan dukungan side event yang akan digelar pada saat celebration sidang Enkripsi Intangible Cultural Heritage (ICH) UNESCO di Paraguay,” ungkap Judha, kepada wartawan. Jumat (5/4/2023).
Menurut Judha, side event ini merupakan cara Ponorogo memperkenalkan Reyog ke masyarakat dunia dan peserta dari berbagai negara pada saat acara sidang ICH UNESCO di Paraguay. Tidak hanya di acara sidang, side event pertunjukan Reog Ponorogo ini, juga digelar bersama-sama di dalam negeri di Indonesia secara serentak.
“Nanti harapannya side event Reyog Ponorogo ini bisa digelar secara serentak dan bersama sama di seluruh Indonesia pada saat celebration nanti,” katanya.
Pasalnya, ini merupakan agenda penting untuk mewujudkan mimpi besar agar Reyog bisa diakui Unesco dan perjalanan dari awal sangat panjang dan tidaklah mudah.
Kendati demikian pihaknya meminta kepada masyarakat agar terus berdoa. Sebab, rentang bulan Desember 2023 hingga Juni 2024 ini, masih dalam proses Nomination files evaluated by the evaluation body atau masih dievaluasi oleh Unesco.
“Sehingga apabila masih terdapat kekurangan, kita masih bisa dicukupi serta disempurnakan dossiernya dan mudah-mudahan kita lolos tanpa ada kekurangan apapun,” pungkas Judha.
Dengan ditetapkannya Reyog Ponorogo sebagai Warisan Budaya Tak Benda atau ICH Unesco, maka akan menjadi spirit bagi seniman Reyog Ponorogo dan semua elemen untuk lebih bersemangat dalam melestarikan, mengembangkan dan mentransmisikan Reyog Ponorogo agar tidak terancam punah.
Reporter : Sony Dwi Prastyo
Editor : Gimo Hadiwibowo



















