Mengalir Dukungan untuk Korban Hilang di Selat Sunda, Jurnalis Blitar Raya Gelar Doa Bersama di Istana Gebang

Para jurnalis ketika menggelar doa bersama.
Para jurnalis ketika menggelar doa bersama.(foto: abdul aziz wahyudi)

BLITAR, SEJAHTERA.CO – Gelombang empati atas musibah hilang kontak lima jurnalis dan kru kapal saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau terus mengalir. Kali ini, puluhan jurnalis dari berbagai media yang tergabung dalam komunitas jurnalis Blitar Raya menggelar doa bersama di halaman Istana Gebang, Jalan Sultan Agung, Kota Blitar.

Baca juga:Jumlah Siswa Sekolah Rakyat Kota Blitar Tembus 205, Masih Bisa Mendaftar

Aksi solidaritas tersebut diisi dengan melantunkan doa bersama sebagai bentuk kepedulian atas nasib rekan seprofesi dan awak kapal yang hingga kini masih dalam proses pencarian oleh tim pencari dan penyelamat gabungan di Selat Sunda.

Read More

Para jurnalis duduk melingkar secara lesehan di atas paving block seraya memanjatkan doa khusyuk. Di tengah lingkaran, foto-foto para jurnalis yang hilang turut dipajang sebagai simbol harapan dan penghormatan. Kegiatan ini juga mendapatkan pengawalan dari jajaran Polres Blitar Kota.

Perwakilan jurnalis Blitar Raya, Yoyok Agusta, menyampaikan bahwa aksi religius ini dilakukan untuk memberikan dorongan moral serta harapan atas keselamatan seluruh rombongan yang bertugas.

“Doa bersama ini merupakan bentuk kepedulian kami sesama insan pers di Blitar Raya. Harapan terbesar kami tentu mereka dapat ditemukan dalam kondisi sehat dan selamat. Doa ini juga kami tujukan kepada pihak keluarga yang sedang menanti agar diberikan ketabahan,” ujar Yoyok yang juga merupakan jurnalis iNews, Minggu (13/9/2026).

Yoyok menambahkan, peristiwa memilukan di Selat Sunda tersebut hendaknya menjadi sarana evaluasi dan pengingat bagi seluruh pekerja media mengenai pentingnya keselamatan diri saat melakukan peliputan di area bencana.

“Keselamatan tetap harus diutamakan di atas segalanya. Tidak ada berita seharga nyawa. Musibah ini menjadi pelajaran berharga dan mudah-mudahan kejadian serupa menjadi yang terakhir kalinya,” tegas Yoyok.

Sebelumnya dilaporkan, rombongan yang terdiri dari lima jurnalis, dua kru kapal, dan satu pemandu wisata dinyatakan hilang kontak sejak Senin (7/9/2026) saat melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.

Baca juga:Kantor Desa Bacem Blitar Dibobol Maling, Dua Laptop dan Proyektor Raib Ditinggal Kunci Menancap

Kelima jurnalis yang hingga kini masih dalam pencarian yakni Muhammad Bagus Khoirunnas (Antara), Arie Basuki (Merdeka.com), Yudhistiro Pranoto (iNews), Firman Daus (Anadolu Agency), dan Donal Husni (fotografer lepas).

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *