Kakak Kandung Diduga Habisi Perempuan Tunagrahita di Jombang karena Bumbu Pecel Habis

Polisi saat melakukan pembongkaran makam (ekshumasi) remaja perempuan tewas di pemakaman umum Dusun Pajaran, Desa Peterongan, Kabupaten Jombang. Dan warga tetangga korban saat melakukan tahlilan di rumah kos, Desa Jogoroto, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang.
Polisi saat melakukan pembongkaran makam (ekshumasi) remaja perempuan tewas di pemakaman umum Dusun Pajaran, Desa Peterongan, Kabupaten Jombang. Dan warga tetangga korban saat melakukan tahlilan di rumah kos, Desa Jogoroto, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang.(foto: taufiqur rachman)

Jombang, SEJAHTERA.CO – Fakta mengejutkan terungkap di balik kematian Choiriyah (47), perempuan penyandang tunagrahita yang ditemukan meninggal dunia di kamar mandi sebuah rumah kos di Desa Jogoroto, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, Jumat (12/6/2026) lalu. Korban diduga tewas setelah dianiaya kakak kandungnya sendiri hanya karena menghabiskan sekitar satu kilogram bumbu pecel.

Baca juga:Kuota 270 Siswa Sekolah Rakyat Jombang Terpenuhi, Pembangunan Gedung Capai 58 Persen, Target Rampung 27 Juni 2026

Satreskrim Polres Jombang resmi menetapkan kakak korban berinisial S (61) sebagai tersangka. Polisi memastikan dugaan awal bahwa korban terpeleset di kamar mandi merupakan rekayasa untuk menutupi aksi penganiayaan.

Read More

Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Magribi Agus Saputra, mengatakan amarah pelaku memuncak ketika mengetahui bumbu pecel yang telah disiapkan untuk berjualan habis dimakan korban.

“Saat hendak memasak, tersangka mencari bumbu pecel yang sudah disiapkan. Korban mengaku telah menghabiskannya. Dari situlah tersangka emosi dan melakukan penganiayaan,” ujar AKP Magribi kepada koranmemo.com, Rabu (1/7/2026).

Menurut Magribi, penganiayaan terjadi sekitar pukul 10.00 WIB, beberapa saat sebelum salat Jumat. Di dalam kamar kos, korban dipukul berkali-kali menggunakan gagang sapu hingga patah. Kepala korban juga dibenturkan berulang kali ke tembok hingga tak berdaya.

“Korban dipukul beberapa kali menggunakan sapu sampai patah. Kepalanya juga dibenturkan ke dinding,” katanya.

Setelah melihat adiknya lemas, pelaku memindahkan tubuh korban ke kamar mandi agar kematiannya tampak seperti akibat kecelakaan. Polisi menyebut pelaku kemudian berpura-pura panik dengan menangis, menjerit, dan meminta pertolongan warga.

“Itu hanya modus untuk mengelabui warga agar seolah-olah korban meninggal karena terjatuh,” tegas Magribi.

Baca juga:Polres Jombang Bongkar Komplotan Curanmor Spesialis Acara Hiburan, 14 Aksi Terungkap

Kecurigaan muncul setelah sejumlah saksi memberikan keterangan yang berbeda dengan cerita pelaku. Polisi kemudian melakukan ekshumasi terhadap jenazah korban di TPU Islam Dusun Pajaran, Desa Peterongan, pada Minggu (14/6/2026), untuk memastikan penyebab kematian.

Hasil autopsi mengungkap fakta bahwa korban mengalami memar hampir di seluruh tubuh, mulai dari kepala, wajah, leher, dada, lengan, pinggang, hingga paha. Tim dokter forensik juga menemukan luka lecet serta patah tulang pada dua jari tangan kiri. Seluruh luka dipastikan terjadi saat korban masih hidup akibat benturan benda tumpul.

Temuan tersebut mematahkan dugaan awal bahwa korban meninggal karena terpeleset di kamar mandi. Penyebab kematian justru mengarah pada penganiayaan berat yang mengakibatkan cedera fatal di bagian kepala.

Saat ini tersangka telah ditahan di Polres Jombang. Polisi juga telah melakukan pemeriksaan psikologis dan psikiatri terhadap pelaku, dan hasilnya menyatakan tersangka dalam kondisi sehat secara kejiwaan.

“Saat ini tersangka telah ditahan di Polres Jombang. Hasil pemeriksaan psikologis dan psikiatri menyatakan pelaku dalam kondisi sehat secara kejiwaan,” pungkasnya.

Kasus tersebut kini memasuki tahap pemberkasan sebelum dilimpahkan ke kejaksaan untuk proses hukum lebih lanjut.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *