Kecam Aksi Kekerasan, Demo di Depan Polres Kediri Kota 

Kecam Aksi Kekerasan, Demo di Depan Polres Kediri Kota 
Puluhan massa menggelar aksi di depan Mako Polres Kediri Kota (rizky/sejahtera.co)

Kediri, SEJAHTERA.CO – Massa berjumlah puluhan orang menggelar aksi demonstrasi di depan Mako Polres Kediri Kota, Selasa (27/8/2024). Mereka menggelar aksi solidaritas terhadap korban represifitas aparat kepolisian.

Baca Juga :Diantar Ribuan Pendukung, Mas Dhito dan Mbak Dewi Daftar ke KPU

Beberapa dari mereka mengalami luka-luka hingga harus dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan usai aksi di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kediri, Jumat (23/8/2024) lalu.

Read More

Sejumlah massa terlihat membawa poster dengan gambar pada saat kericuhan aksi di Gedung DPRD Kota Kediri. Selain itu, ada juga kata-kata bertuliskan “Kawan Kami Ditangkap dan Diseret Paksa”. Kemudian, “Mereka Membawa Senjata dan Melakukan Kekerasan Kepada Kita”. Petugas kepolisian dari Polres Kediri Kota terlihat melakukan pengamanan.

Baca Juga :Penghargaan Lencana Darma Bakti Ka Kwarnas, Diberikan pada Pj Wali Kota Batu

Hingga saat ini aksi tersebut masih berlangsung dan massa menyampaikan orasi terkait kejadian beberapa hari lalu tersebut.

Sambil membentangkan poster foto kericuhan saat aksi hingga foto kondisi korban mengalami luka-luka akibat kekerasan, massa juga menaburkan bunga.

Perwakilan aksi, Tri mengatakan, aksi ini diikuti komite politik, aksi Kamisan, dan mahasiswa. Aksi solidaritas tersebut untuk korban terhadap brutalitas polisi ketika melangsungkan aksi di gedung DPRD Kota Kediri.

Baca Juga :Petahana Pendaftar Pertama Pilkada 2024 Tulungagung, Bacawabup Kirim Pengunduran Diri Sebagai Kades

Adapun tujuan aksi ini dilakukan agar tindakan represif yang dilakukan polisi terhadap massa dapat dievaluasi.

Dia mencatat, korban mengalami kekerasan dalam beberapa hari lalu itu sebanyak 16 orang.

“Sekitar 6 hingga 8 orang di antaranya mengalami luka berat dan dibawa ke rumah sakit terdekat. Alhamdulillah kondisinya saat ini sudah stabil,” katanya.

Baca Juga :KPU Kabupaten Kediri: Perbaikan Berkas Bacalon Masih Panjang

Menurut lelaki yang juga sebagai koordinator komite politik itu, aksi juga dilakukan dengan menaburkan bunga sebagai bentuk simbolis ada kematian yang diperingati bahwa kepolisian sebagai penegak hukum ternyata tidak memberikan citra sebagai mana mestinya.

Selain itu, sebagai peringatan agar para penegak polisi lebih profesional, integritas ketika menjadi bagian penegakan hukum. Langkah hukum sebagai peringatan akan dilakukan dan berkoordinasi dengan beberapa LBH.

Baca Juga :Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Datangi Kantor Dewan Tulungagung, Ini Tuntutannya

“Berkonsolidasi dengan kami apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, maka mereka siap menempuh jalur hukum,” tambahnya.

Tri menyebut, alasan polisi terkait kejadian tersebut seingatnya melihat psikologi massa atau ada tindakan yang melempar batu. Namun, dia memastikan tidak ada perusakan terhadap fasilitas publik.

“Alasan polisi seingat saya keterangan Pak Abraham (Kabag Ops Polres Kediri Kota) karena melihat psikologi massa atau ada tindakan melempar batu,” ungkapnya.

Sementara itu Kabag Ops Polres Kediri Kota, AKBP Abraham mengaku, apapun yang disampaikan mereka tetap dihargai dan terpenting pesan moralitas bahwa bersama-sama berbenah. Dia berpesan kepada mahasiswa agar ke depan dalam menyampaikan aspirasi bisa memastikan tidak ada penyusup.

Baca Juga :Legislatif Dihadiahi Ayam Jago, Asosiasi Kepala Desa: Diharap Mampu Bertarung Demi Rakyat

Sedangkan, apa yang terjadi di Kantor DPRD Kota Kediri beberapa hari itu keputusan terbaik bisa mendorong sehingga mereka aman, selamat, dan pulang dengan baik.

“Rekan-rekan bisa melihat bagaimana lemparan silih berganti kepada anggota. Bahkan saya diatas mobil komando ikut terkena, apapun itu sudah resiko di lapangan dan kami tidak persoalkan,” tuturnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment