76 Urban Noise Hidupkan Energi Komunitas Anak Muda Jombang

Peserta komunitas sedang performen menunjukkan skilnya di 76 Urban Noise 2026.
Salah satu peserta komunitas sedang performen menunjukkan skilnya di 76 Urban Noise 2026 bertempat di jantung Kota Jombang yakni di cafe Nest Coffee, Kamis (30/4/2026) malam. (foto: taufiqur rachman)

Jombang, SEJAHTERA.CO – Suara hentakan papan skateboard dan deru sepeda BMX memecah suasana di jantung Kota Jombang. Kafe Nest Coffee yang biasanya tenang, Kamis (30/4/2026) sore, berubah menjadi ruang ekspresi anak muda dalam event bertajuk 76 Urban Noise.

Baca juga:Babinsa Jombang Aktif di Dua Kecamatan, Dampingi Petani hingga Bedah Rumah Warga

Puluhan anggota komunitas urban memadati lokasi. Mereka tidak hanya datang sebagai penonton, tetapi juga terlibat langsung dalam berbagai aktivitas yang disuguhkan.

Read More

Sejak pintu dibuka pukul 18.00 WIB, pengunjung mulai berdatangan. Sejumlah skater terlihat beraksi di atas papan, sementara seniman mural menuangkan kreativitasnya di kanvas besar yang disiapkan panitia.

Perwakilan Djarum 76, Edi Purwanto, mengatakan kegiatan ini merupakan fase pertama Urban Noise tahun ini yang mengusung slogan “Yang Penting Heppiii”.

“Ada enam komunitas lokal yang terlibat, mulai dari skateboard, BMX, mural, musik, hingga stand up comedy. Ini bukti subkultur anak muda Jombang terus hidup dan bergerak,” ujarnya.

Rangkaian acara dimulai dengan open gate, dilanjutkan aksi skateboard dan BMX yang berlangsung selama dua setengah jam. Di sisi lain, live mural menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

“Kami ingin menciptakan ruang ekspresi yang bebas dan menyenangkan bagi anak muda urban. Semua bisa berkarya dan menikmati,” imbuhnya.

Suasana kemudian bergeser lebih santai melalui sesi stand up comedy. Dua komika tampil menghibur dengan materi segar yang mengundang gelak tawa penonton.

Memasuki malam, panggung musik mulai menghangat. Band-band seperti Futuria, The Frontlines, Creazy Poison, Waven, dan Jelly Choco tampil membawakan musik urban, rock, dan alternatif.

Penampilan mereka sukses membius penonton yang memenuhi area panggung, menciptakan atmosfer meriah khas anak muda.

Puncak acara ditandai dengan sesi “76 All Star”, di mana seluruh musisi tampil bersama dalam satu panggung kolaboratif. Aksi ini menjadi simbol kebersamaan lintas genre.

“76 Urban Noise bukan sekadar acara, tapi gerakan. Ini ruang bagi anak muda Jombang untuk menunjukkan eksistensi dan karya mereka,” ujar Edi, yang akrab disapa Mas Pur.

Sementara itu, Ketua Komunitas 76 Urban Jombang, Dikta Koko, menyampaikan apresiasi kepada Djarum 76 yang dinilai konsisten mendukung komunitas.

“Terima kasih karena sudah memfasilitasi anak muda, mulai dari musik, BMX, hingga komunitas lainnya. Harapannya ke depan bisa lebih besar dan berkelanjutan,” katanya.

Ia menilai, kebutuhan utama komunitas adalah ruang untuk berekspresi dan menunjukkan kemampuan.

“Anak-anak komunitas pasti ingin tampil. Di sinilah peran event seperti ini sebagai wadah mereka,” tambahnya.

Ke depan, kegiatan serupa direncanakan digelar rutin setiap bulan sebagai ruang silaturahmi sekaligus ekspresi bagi komunitas urban di Jombang.

Baca juga:Lewat Musyawarah, PPP Jombang Tunjuk 5 Formatur Susun Pengurus Baru

Dengan suksesnya penyelenggaraan perdana ini, 76 Urban Noise diharapkan bisa menjadi agenda tahunan yang dinanti. Di tengah dinamika kota, acara ini menjadi bukti bahwa ruang kreatif anak muda tetap hidup—dan tentu saja, yang penting heppiii.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *