Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Ratusan warga Dukuh Bungur, Desa Munggu, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo mengalami kesulitan air bersih.
Baca Juga :Dua Anak Meninggal Diduga Dianiaya Ibunya, ini Penjelasan Kasat Reskrim Polres Kediri Kota
Sejumlah sumber air bersih milik warga mulai mengering, bahkan warga harus berjalan masuk ke hutan untuk mengambil air dari sumber yang berada di hutan.
Sebenarnya setiap rumah sudah memiliki sumur air, namun setiap musim kemarau selalu mengering. Hal tersebut yang membuat 120 KK yang terdiri dari 400 jiwa harus bergantian keluar masuk hutan untuk mendapatkan sumber mata air, dan air bersih.
“Sebenarnya warga memiliki sumur sendiri namun saat musim kemarau, sumber air tidak muncul. Satu-satunya yang ada di hutan,” ungkap Jawar, salah satu warga Dukuh Bungur.
Baca Juga :Dua Anak Asal Manisrenggo Kota Kediri Dilaporkan Meninggal, Diduga Dibunuh Ibunya
Jawar menambahkan, jarak terjauh warga untuk mendapatkan air dari hutan sekitar 2 kilometer. Warga juga bergantian membawa juriken untuk menandon air. Meskipun masih mengeluarkan air, warga harus saling berbagi lantaran jumlah air yang dari dalam sumber sangat terbatas.
“Air yang digunakan hanya untuk kebutuhan air baku, ya masak dan minum, ambilnya ya manual pakai ciduk,” imbuhnya.
Sementara, Kasun Bungur, Tukimun menambahkan kekeringan ini memang terjadi setiap musim kemarau. Meski warga sudah memiliki sumur galian, tapi tidak semua sumur masih mengeluarkan air.
Baca Juga :Kades Karanganom Tulungagung Pilih Undur Diri, Sukar: Tidak Ada Kaitannya dengan KPK
“Yang tidak kebagian air ya mencari di hutan, itu pun belum tentu ada, kasihan warga sini harus memikul air dari hutan,” ujar Tukimun.
Tukimun juga sudah melaporkan kekeringan tersebut kepada kepala desa setempat. Ia juga sudah bersurat kepada BPBD Kabupaten Ponorogo untuk meminta bantuan droping air bersih.
“Sudah bersurat, sudah dapat balasan minggu ini katanya mau didroping air dari BPBD,” tandasnya.
Kepala BPBD Kabupaten Ponorogo, Masun menyebut jika Dukuh Bungur merupakan wilayah baru yang mengalami kekeringan. Pihaknya juga sudah mengirimkan bantuan tandon serta juriken untuk warga.
Baca Juga :Produk UKM dan Pangan KWT Kediri Binaan Dispertabun, Laris Terjual di Promosi Wisata TMII
“Saat ini sudah ada 9 wilayah di Kabupaten Ponorogo yang mengalami kekeringan dan sudah meminta untuk droping air bersih,” ucapnya.



















